film dokumter pendidikan

Saya mau berbagi tautan2 film dokumenter tentang pendidikan yang bisa disaksikan di YouTube/Vimeo ya. Lumayan buat mengisi akhir pekan. Memang ini dokumenter2 luar negeri, berhubung di Indonesia jarang ada dokumenter dan lebih jarang lagi yang mengunggah ke YouTube. Silahkan lihat di bagian komen untuk tautan2nya. Kalau ada yg mau menambahkan, alhamdulillah…
Suka · · Bagikan · 6 jam yang lalu ·
Eti Kurniati, Johan Wahyudi dan 11 orang lainnya menyukai ini.

Kreshna Aditya >> Forbidden Education; tentang model-model pendidikan non-konvensional di negara-negara Amerika Latin dan Spanyol. Film ini membuat kita memikirkan ulang asumsi-asumsi kita tentang esensi pendidikan. | http://youtu.be/ByO41gE3dPQ

The Forbidden Education subtitled English (Movie HD) – La Educación Prohibida
http://www.youtube.com
http://www.eternaluz.org/ Next videos: http://goo.gl/qI622 Facebook: http://www….
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka · 1

Kreshna Aditya >> The Bully Project; dokumenter tentang anak-anak korban perisakan [bullying] di Amerika dan negara-negara lain serta usaha mereka bertahan dari tekanan perisakan. Peringatan: nonton ini bisa bikin dada sesak! | http://youtu.be/DiiozTED9nU

The Bully Project 2011
http://www.youtube.com
Educational documentary on Bullying in schools all over America, and all through…
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> The Finland Phenomenon; tentang sistem & praktik-praktik pendidikan di Finlandia yang banyak diakui sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. | http://youtu.be/GLfxvQgme_8

The Finland Phenomenon (2011) Full documentary
http://www.youtube.com
Finland’s education system has consistently ranked among the best in the world f…
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Please Vote for Me; eksperimen sosial yang dilakukan di salah satu kelas di Cina di mana siswa-siswanya belajar tentang demokrasi dan politik melalui proses pemilihan ketua kelas yang panjang. | http://youtu.be/aC-6kRSxgnM

Please vote for me sub
http://www.youtube.com
Why democracy? Cùng xem 3 ứng viên nhí tranh cử Lớp trưởng 🙂
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Education for a Sustainable Future; dokumenter tentang praktik-praktik pendidikan yang tidak menjamin kesinambungan sosial beserta berbagai solusi dan alternatifnya. | http://youtu.be/59J3X19N4Ug

EDUCATION FOR A SUSTAINABLE FUTURE
http://www.youtube.com
EDUCATION FOR A SUSTAINABLE FUTURE http://newfuturemedia.net/ To be kept informe…
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Free to Learn; dokumenter tentang prinsip & praktik pendidikan di The Free School, sebuah sekolah demokratis di New York di mana siswanya menentukan sendiri bagaimana mereka menghabiskan hari-harinya di sekolah. | http://vimeo.com/16115695

Free to Learn: A Radical Experiment in Education
vimeo.com
Free to Learn: A Radical Experiment in Education A Documentary by Jeff Root & Bhawin Suchak Free to Learn is a 70 minute documentary that offers a “fly on the…
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Hong Kong’s Tiger Tutors; tentang pendidikan Hong Kong yang dianggap terlalu berfokus pada tes serta guru-guru privat yang memanfaatkannya sebagai peluang bisnis untuk membantu siswa lulus tes. | http://youtu.be/RyQ-I_YILlo

Hong Kong’s Tiger Tutors
http://www.youtube.com
Marcel Theroux meets the students in Hong Kong aiming for success in one of the …
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Batal Suka · 1

Kreshna Aditya >> The War on Kids; dokumenter yang mengkritisi sistem persekolahan publik di Amerika yang dianggap menjadi semakin otoriter terhadap guru dan siswa. | http://youtu.be/i-tAQ56-gaA

The War on Kids: The Definitive Documentary on the Failure of the Public Education System
http://www.youtube.com
http://www.thewaronkids.com/ This is a 2009 award winning, critically acclaimed …
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Salvatorian Fathers School; dokumenter tentang model pendidikan alternatif yang diterapkan di daerah sangat kumuh di Manila, Filipina. | http://youtu.be/AzV1mcYDWpg

Salvatorian Fathers School project in Manila slums/25_version
http://www.youtube.com
Alternative School System in the Parola slum of Manila “The Philippines” This ed…
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Children Full of Life; tentang seorang guru di Jepang yang mengajarkan muridnya tentang hidup, kerja sama, komunitas. keterbukaan dan kasih sayang melalui metode yang unik. | http://youtu.be/1tLB1lU-H0M

Children Full of Life – Important Documentary.. Very.
http://www.youtube.com
Mr. Kanamori, a teacher of a 4th grade class, teaches his students not only how …
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Education, Education; tentang keterkaitan antara pendidikan dan jurang kemiskinan di Cina. Bagaimana usaha keras kaum termarjinalkan meraih pendidikan dan apa yang mereka dapatkan dari pendidikan itu. | http://youtu.be/BP61LwODTnY

Education Education – Why Poverty?
http://www.youtube.com
What does an education get you? To find out more and get teaching resources, go …
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Shot for Going to School; ttg Malala Yousafzai, gadis Pakistan berusia 14 tahun yang ditembak di kepalanya oleh Taliban karena menyuarakan kesetaraan pendidikan untuk kaum perempuan. | http://youtu.be/MPPuhqIRWuI

Shot for Going to School BBC documentary 2013 Malala yousafi school girl shot in pakistan
http://www.youtube.com
Schoolgirl Malala Yousafi was just 14 when she was shot for campaigning for girl…
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Mohammad Ihsan Mantap, Mas Kreshna. Insya Alloh bermanfaat

Powered by IGI BlackBerry®
6 jam yang lalu melalui · Suka

Kreshna Aditya >> The Future of Learning, Networked Society; tentang paradigma pendidikan saat ini yang perlu dipikirkan ulang serta bagaimana revolusi pendidikan bisa diwujudkan dan menjadi tidak terhindarkan dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. | http://youtu.be/quYDkuD4dMU

The Future of Learning, Networked Society – Ericsson
http://www.youtube.com
Learn more at http://www.ericsson.com/networkedsociety Can ICT redefine the way …
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Abdullah Muzi Marpaung mantap. terima kasih Mas Kreshna Aditya
6 jam yang lalu · Suka

Prawiro Sudirjo super, trims brother
6 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Kreshna Aditya Mohammad Ihsan Abdullah Muzi Marpaung Prawiro Sudirjo Enjoy… Hampir semua film dokumenter ini mencerahkan, mengacak2 perasaan dan meninggalkan kesan bagi saya. Nggak cuma kaya’ acara TV biasa gitu maksudnya. Beberapa malah bikin hati tersayat-sayat tapi selalu diakhiri dengan rasa optimisme bahwa ada sesuatu yg berbeda dan signifikan yg bisa kita lakukan.
6 jam yang lalu · Suka · 3

Sukajiyah Like this!
6 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Reni Anggarsari Natalia ninggalin jejak dulu
5 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Kreshna Aditya Reni Anggarsari Natalia Biar kalau ada update dapat notifikasinya ya? Ini deh update baru. Science and Islam, dokumenter BBC tentang sumbangan peradaban Islam di abad pertengahan terhadap kebangkitan sains. | http://youtu.be/qL41gX0fJng

Science and Islam, Jim Al-Khalili – BBC Documentary
http://www.youtube.com
Science and Islam, Jim Al-Khalili. BBC Documentary More: Islamic Science and His…
Lihat Selengkapnya
5 jam yang lalu · Suka · 1

Prawiro Sudirjo pa Kreshna sudah nonton film October Sky th.1999 belum? tentang true story peneliti NASA.saat sekolah. mohon link nya pak.menyentuh sekali.cocok untuk yg mengeluh karena harus bekerja keras.
5 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Kreshna Aditya Prawiro Sudirjo Wah lha itu kan film komersil, Pak. Nggak ada tautan untuk film penuhnya di YouTube atau Vimeo. Harus cari bajakan pakai torrent tuh. Btw, itu memang film bagus. Kejadian peluncuran Sputnik itu yang mendorong kebangkitan hasrat mempelajari sains di sekolah2 di Amrik di akhir tahun ’50-an.
5 jam yang lalu · Suka · 1

Prawiro Sudirjo oiya ya pak.hehe btul pak bagus skali.kapan anak muda kita terpacu mlihat kemajuan negara lain
5 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Mohammad Ihsan Anak muda Indonesia (jaman kita sekolah dulu nih) diwajibkan nonton pilem “G 30 S” PKI. Hasilnya adalah….

Powered by IGI BlackBerry®
5 jam yang lalu melalui · Suka · 1

Kreshna Aditya Prawiro Sudirjo Pak, kalau di film itu kan ada satu guru yg percaya kepada Homer Hickam dan teman2nya saat yang lain justru menahan hasrat belajarnya. Jadi, sudah tahu donk kuncinya…
5 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya Btw, for all, kalau saya diminta merekomendasikan hanya satu saja dr semua film ini yg menurut saya benar2 wajib tonton, maka saya akan bilang The Forbidden Education, yg saya taruh paling awal tautannya tadi. Enjoy…
5 jam yang lalu · Suka · 1

Prawiro Sudirjo sipp betul pak,bahkan namanya di abadikan dalam peluncuran roket yg memenangkan National Science Fair.meskipun sampai cuti sekolah untuk bekerja di tambang batubara.namun tidak menyerah.
5 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Ikhwanudin Che keren, kenapa tidak di cd-kan??
2 jam yang lalu · Suka

Cara Burung Jantan Bohong untuk Memikat Pasangan

Cara Burung Jantan Bohong untuk Memikat Pasangan
Kamis, 20 Desember 2012 | 23:08 WIB
Dibaca: 6764 Komentar: 4
| Share:

David Kleinert Photography
Taeniopygia guttata
KOMPAS.com – Sama seperti para pria yang berupaya tampil maksimal saat mereka sedang berupaya merebut hati calon pasangannya, burung-burung jantan juga melakukan hal yang serupa. Sebagai contoh, Zebra Finch (Taeniopygia guttata) menggunakan nyanyian untuk membohongi burung betina yang baru mereka temui dengan berpura-pura bahwa mereka berada dalam kondisi fisik yang sempurna.

Burung-burung ini bertingkah seolah-olah mereka lebih sehat dibanding sebenarnya di hadapan betina yang baru dikenal. Namun, kepada pasangannya sendiri, yang sudah mampu membedakan kondisi fisik sebenarnya dari burung jantan yang bersangkutan dari suara nyanyian mereka, para pejantan ini tidak lagi berpura-pura.

Sasha Dall, peneliti dari University of Exeter, Inggris, menyebutkan, bernyanyi merupakan metode ujian yang sangat handal untuk mengetahui kondisi para burung karena aktivitas tersebut membutuhkan banyak energi. Burung jantan yang sehat dan kuat diketahui mampu bernyanyi dengan suara yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Inilah yang membuat para burung betina tertarik.

Dalam studinya, Dall dan timnya serta peneliti dari Universite de Bourgogne, Prancis mengamati 91 ekor burung Zebra Finch jantan dan 91 betina dalam sebuah koloni dari kawasan Prancis dan 12 pasang Zebra Finch dari kawasan Inggris. Kondisi fisik tiap-tiap burung mereka catat.

Peneliti kemudian membuat video rekaman saat burung jantan dan betina saling berjumpa, baik untuk durasi pertemuan yang sebentar ataupun dalam durasi cukup lama. Peneliti lalu membandingkan pula situasi jika para burung jantan dan betina saling bertemu dengan pasangan yang sudah dikenal ataupun dengan pasangan yang belum mengenal satu sama lain.

Mereka juga memonitor dan memantau apakah para burung menunjukkan tanda-tanda saling tertarik dan melanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni berketurunan.

Ternyata, diketahui bahwa tidak ada beda antara nyanyian burung jantan jika bertemu dengan burung betina yang baru mereka jumpai baik dalam durasi singkat ataupun lama. Burung jantan yang dalam kondisi tidak sehat akan coba “menipu” calon pasangan dengan menggunakan berbagai variasi nyanyian agar memberikan kesan yang baik di mata para betina yang baru mereka temui.

Tetapi, saat burung jantan itu berada di dekat pasangan hidupnya, burung jantan yang dalam kondisi sehat bernyanyi dalam nada yang lebih tinggi dibandingkan dengan burung jantan yang dalam kondisi tidak fit. Burung jantan yang dalam kondisi buruk tidak berupaya bernyanyi dengan lebih indah bagi pasangan hidupnya.

“Ini merupakan penelitian pertama yang menemukan bukti bahwa ada hubungan antara kondisi tubuh pejantan dan perbedaan nyanyian saat mereka bertemu dengan burung betina,” kata Morgan David, ketua tim peneliti yang melaporkan temuan itu di jurnal Proceedings of the Royal Society B.

“Temuan ini bisa menghadirkan implikasi yang signifikan untuk mempelajari lebih lanjut evolusi dari pola perkenalan, seperti nyanyian burung,” ucapnya. (Abiyu Pradipa/National Geographic Indonesia)

Burung Juga Mengenal Upacara Kematian

Burung Juga Mengenal Upacara Kematian
Penulis : Yunanto Wiji Utomo | Selasa, 8 Januari 2013 | 18:23 WIB
Dibaca: Komentar: 2
| Share:

Chris Gash
TERKAIT:
Fosil Burung Bergigi Pemakan Kepiting Ditemukan
Virus Flu Burung Baru Mungkin Dibawa Burung Migran
Varian Baru Virus Flu Burung Ditemukan di Indonesia
Cara Burung Jantan Bohong untuk Memikat Pasangan
Pembantaian Enggang Terus Berlangsung
CALIFORNIA, KOMPAS.com – Burung ternyata juga mengenal upacara kematian untuk memperingati kerabat atau temannya yang mati. Jenis burung Aphelocoma californica, masih masuk dalam kelompok burung gereja, mengitari tubuh mati rekannya hingga sekitar setengah jam.

Teresa Iglesias, pakar biologi evolusi dari University of California, Davis, melakukan penelitian perilaku burung tersebut. Belum bisa diketahui dengan pasti mengapa Aphelocoma californica punya perilaku itu.

“Mungkin adanya banyak individu membantu mereka mengetahui lokasi dan mengusir predator. Grup burung lebih besar diketahui lebih mampu mengusir predator,” papar Iglesias seperti dikutip New York Times, Senin 97/1/2013).

Iglesias melakukan eksperimen dengan bangkai burung yang telah dicabut bulnya, dikeringkan dan diawetkan. Ketika burung sejenis lain melihat bangkai itu, mereka terbang pada pohon di atasnya serta mengeluarkan suara berisik untuk mencari perhatian individu lain.

Eksperimen selanjutnya mengungkap bahwa burung juga menunjukkan perilaku yang sama saat melihat model burung hantu, tetapi tidak bereaksi saat melihat kayu yang dicat, yang digunakan sebagai kontrol dalam eksperimen.

Beragam hewan juga bereaksi terhadap kematian jenisnya. Lebah dan beberaoa hewan akuatik bereaksi terhadap zat kimia yang dikeluarkan oleh bangkai. Meski Iglesias tak menunjukkan adanya emosi, tapi ia mengatakan, “Jika ini terjadi pada manusia, mengapa tidak pada hewan.”

Sumber :New York Times

Burung Mampu Memahami Isi Hati Pasangan

(retrieved from Kompas.com)

KOMPAS.com – Dari sebuah penelitian, diketahui bahwa pejantan “eurasian jays” (Garrulus glandarius), spesies burung yang tinggal di kawasan Eropa barat dan barat laut Afrika, mampu memilihkan makanan untuk pasangan betina sesuai dengan selera yang diingan sang betina saat itu. Syaratnya, sang jantan berkomitmen dalam hubungan mereka.

Penelitian yang dilakukan di laboratorium Comparative Cognition Nicola Clayton di Department of Psychology, Cambridge University, Inggris, dan dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini menyimpulkan adanya indikasi kemampuan untuk saling mengenali dan memahami kondisi psikologi di antara sesama para burung.

Dalam studinya, para peneliti menguji beberapa pasang burung jays dan memisahkan para pejantan dari betina. Para betina kemudian diberi satu jenis makanan, antara ngengat lilin atau cacing, dan para pejantan mengamati dari jauh, dari sangkar yang terpisah. Saat pasangan disatukan kembali, dua jenis makanan itu kembali dihidangkan.

Ternyata, para pejantan akan memilih untuk memberikan pasangannya makanan lain yang sebelumnya tidak ia makan dan ini sangat menyenangkan bagi para betina.

Lewat uji coba yang berbeda, menggunakan berbagai macam variasi makanan dan akses visual para pejantan pada para betina saat mereka sedang makan, peneliti mengetahui bahwa para pejantan perlu benar-benar melihat apa yang sedang dimakan betinanya sampai ia cukup bosan terhadap satu jenis makanan. Sehingga, saat mereka disatukan, mereka tahu makanan apa yang sebaiknya diberikan pada si betina.

Hasil ini menunjukkan bahwa pola berbagi makanan pada kalangan pejantan bukan mengikuti perilaku preferensi betinanya, namun merupakan respons terhadap perubahan internal psikologis pasangannya. “Temuan kami membuka peluang bahwa burung-burung ini mampu mengetahui keinginan pasangan mereka, memahami isi hati pasangan sama seperti memahami diri mereka sendiri,” kata Ljerka Ostojic, ketua tim penelitian tersebut.

“Memahami kondisi psikologis individu lain memerlukan pemahaman mendasar dari individu tersebut. Buktinya, saat tidak ada peluang untuk berbagi makanan dengan para betina, para pejantan memilih makanan sesuai dengan keinginannya sendiri. Tetapi jika memungkinkan untuk berbagi, mereka akan memilih makanan yang diinginkan para betina,” ucapnya.

Peneliti yakin bahwa kemampuan untuk merespons isi hati pasangan ini sangat penting bagi spesies yang menjalani hidup dalam hubungan jangka panjang. Berbagi makanan sendiri merupakan aktivitas bercumbu yang penting bagi para burung jays. Artinya, kemampuan untuk memilih makanan yang sedang diinginkan oleh sang partner akan meningkatkan nilai sang pejantan sebagai pasangan.

“Sebagai perbandingan misalnya adalah seorang pria memberikan cokelat pada istrinya. Pemberian cokelat ini merupakan ritual yang dapat mempererat hubungan antara pasangan. Tetapi, pria yang bisa mengetahui pasti cokelat apa yang sedang benar-benar diinginkan istrinya akan membuat hubungan mereka lebih erat dan membuktikan bahwa ia merupakan partner hidup yang baik,” sebut Ostojic dalam laporannya.