Bangsa Malas Jalan

Celoteh Pagi

 

Large-Scale Physical Activity Data Reveal Worldwide Activity Inequality adalah penelitian yang dilakukan berbasis tracking Argus and the Azumi. Penelitian ini mengambil sampel lebih dari setengah juta langkah kaki manusia di 46 negara termasuk Indonesia. Yang sangat menarik dari penelitian ini adalah bahwa Indonesia dikategorikan bangsa yang malas berjalan kaki. sekali lagi, malas berjalan kaki.

Kategori malas berjalan tidaklah mengejutkan mengingat fakta dilapangan memperkuat bukti penelitian tersebut. Kita menjadi malas berjalan kaki karena fasilitas kendaraan tersedia dalam jumlah yang sangat cukup. Dua tiga kendaraan bermotor terparkir di garasi hampir setiap rumah tangga. Kondisi ini menterlenahkan kita. Kita menjadi dangat malas untuk melangkahkan kaki bahkan  untuk sekedar pergi  ke warung dan toko dekat rumah sekalipun.

Kondisi yang sama juga mendera sekolah kita. Lihatlah lahan parkir sekolah yang semakin menyempit olek kendaraan bemotor.  Aneka kendaraan bermotor berharga premium sampai mahal berjejar di parkir sekolah. Kendaraan-kendaraan  tersebut terawat dengan baik, dengan aneka asesoris mahal yang terpasang. Helm penyelamat kepala merekapun berharga lebih mahal dari paket buku di sekolahnya. Bahkan, konsumsi bahan bakarnya lebih mahal dari kebutuhan sekolahnya. Anehnya, fasilitas yang mentereng tersebut tidak selamanya berbanding lurus dengan semangat dan kinerja belajarnya. Kepemilikan atas buku paket dan bacaan tidak sepenting keinginan untuk mengganti dan memperbarui asesoris kendaraannya. Dan yang sangat menyesakkan dada adalah kendaraannya belum sepenuhnya membantunya untuk disiplin berlalu lintas. Terlebih lagi, keterlambatan di sekolah tidak sepenuhnya teratasi dengan kepemilikan kendaraan bermotor. Menghadapi kondisi dan fenomena ini, kita jangan terlalu baper lah karena inilah generasi milleneal yang mengedepankan happiness dalam bersekolah, gemar traveling lintas kota , dan gadget mindset. Karenanya persekolahan kita membutuhkan disruptive teachers yang mampu melejitkan potensi mileneal anak didiknya. Dan guru-guru tersebut adalah kita, ya Kita ini. Welcome to the disruptive world fellow teachers!!Seize the day!!!

Iklan

Penulis: benkyoshimasou

Hanyalah seorang guru yang terus belajar,berbagi dan tumbuh bersama-sama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s