Guru Di Atas Awan

Beberapa peserta pelatihan tampak lesuh. Seolah tidak ada api semangat yang membakar jiwanya. Mereka duduk melingkar di serambi musholla sebuah sekolah menengah pertama di kaki gunung semeru. Beberapa diantara mereka tidur membujur sambil melepaskan penat siang itu. Sebagian lainnya asyik bersenda gurau dengan koleganya.
Duduk bersebelahan dengan mereka, sangat jelas terdengar apa yang sedang mereka diskusikan bersama. Setelah saling bertanya tentang kepastian pencairan gaji 13 dan 14, seorang peserta “nyletuk”tentang beratnya pelatihan yang mereka jalani. Serangkaian tugas yang harus segera diselesaikannya menyita waktu dan memeras otak mereka yang sudah tidak sesegar belasan tahun yang lalu. Bayangan membelajarkan anak di kelas (peerteaching) yang rumit dan sulit dengan berbagai model yang belum mereka kuasai, menjadi semacam “momok” yang sangat menakutkan di siang bolong itu.
Sebagai praktisi pendidikan, kita semua paham bahwa ketrampilan membelajarkan anak perlu diasah setiap saat. Ia laksana pisau yang digunakan untuk memotong dan mencincang aneka bahan dan daging. Agar tetap tajam, pisau itu haruslah terus diasah. Keajegan mengasah akan meminimalisir potensi ketumpulannya. Pun demikian dengan seorang pendidik. Ketrampilan dan seni membelajarkan anak dikelas harus terus dipoles dan dimutakhirkan agar pesan, pengetahuan dan gairah yang ditimbulkan bisa efektif. Salah satu pengasahan itu melalui serangkaian pelatihan semacam Bimtek K13 kali ini. Era yang semakin disruptive ini menuntut kita untuk selalu berbenah, berubah dan berfikir jauh ke depan. Kita masih ingat betapa besarnya pasr KODAK belasan tahun lalu. Kini, pasar itu seolah sirna oleh derasnya camdig dan telepon pintar. Duni aterus bergerak dan memberi dampak yang sangat massive bagi siapapun tidak terkecuali sekolah kita dewasa ini. Guru-guru di kelas semakin menurun pamornya dibanding Webex, coursera, IndonesiaX dan semacamnya. Kalau kita tetap duduk manis sambil mengharap TPP, Gaji 13 dan THR turun, bersiaplah untuk diambil perannya oleh gelombang inovasi baru. Sek talah, buko opo jek suweh ta wong. Kok ngomongku nglantur tekan endi-endi. #Seize the day!

Iklan

One thought on “Guru Di Atas Awan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s