MENYEMAI KESUKARELAWANAN DALAM KETIDAPEDULIAN

20161018_093516

Dua Laskar Kebersihan Sedang OCD (On Cleaning Duty)

 

Ahli psikologi sosial Dr MG Bagus Ani Putra,mengatakan masyarakat yang berorientasi pada nilai materi (Materialistic Value Oriented/MVO), menghargai materi secara berlebihan. Dia mengatakan bahwa MVO telah menggerus nilai-nilai sosial bangsa Indonesia seperti gotong royong, sukarela (tanpa pamrih), dan “gugur gunung” (kerja bersama). Masih menurut dia, bahwa nilai-nilai itu sudah digantikan dengan materi sebagai ukurannya (http://elshinta.com/news/82307/2016/10/09/ahli-psikologi-sebut-mvo-suburkan-praktik-dimas-kanjeng).

Kini, manusia matre  tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Gejala ini juga menyusup ke sekolah. Adagium “Obah Upah” adalah  salah satu contohnya. Sepertinya tidak ada ladang kebaikan yang tidak diukur dengan orientasi materi. Pun juga demikian yang terjadi di benak pendidik kita dewasa ini. Pekerjaan yang semestinya menjadi ladang amal guru justru berbelok arah sekadar menjadi pencapaian target materi semata.

Nilai-nilai kepedulian yang menjadi pondasi dan karakter bangsa ini lambat laun mulai menepi dan menyusut. Rasa kebersamaan dan memiliki atas fasilitas dan kepentingan umumpun sedikit banyak telah tergadai oleh materi. Tidak ayal lagi kalau kemudian berkembang pesat disorientasi sifat sosial kita. Semua bantuan seolah-olah diukur hanya dengan sikap “Wani Piro?!Kalau begitu pantaslah kalu pusing pala berbie!!

 

Sebagai miniatur masyarakat (mini society) sekolah harus menjadi antithesis atas fenomena MVO diatas. Sekolah dan semua entitas yang ada didalamnya harus mampu menenun kembali rajutan-rajutan keelokan sikap dan karakter bangsa kita semacam gotong royong, peduli dan damai. Kalau peran-peran semacam itu tidak mampu disemai, maka nisbilah keberadaan sekolah sebagai salah satu pewaris keberlangsungan kehidupan suatu bangsa.

Kami, di SMANSAMORE terus menyemai dan menumbuhkan kesukarelawan ini sebagai rajutan atas tercerai berainya kekayaan kemanusiaan kita. Kami harus terus tumbuh dan bekerja. Pekerjaan merajut kembali benang kusut bukanlah pekerjaan biasa, ianya pekerjaan mulia. Penuh tantangan dan rintangan,mnamun kami yakin kemauan dan keikhlasan untuk melahirkan Indonesia baru adalah imbalan yang tidak ternilai oleh apapun juga.”Our Character is defined by what we do when we think no one is looking”. Selamat menginspirasi tunas bangsa!!Seize the day (jember/19/10/2016).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s