BERI MEREKA “OPLOSAN”

BERI MEREKA OPLOSAN!!!

“The genes are the bricks and mortar to build a brain. The environment is the architect”
(Cristine Hohmann, Neuroscientist)

Saya meyakini bahwa otak yang lama tidak digunakan untuk “belajar” harus dipanasi. Memanasinya dengan melakukan stretching dan warming up. Sebagaimana tubuh kita yang telah lama tidak bergerak dan duduk berlama-lama. Pemanasan tersebut akan meregangkan otot dan syaraf untuk bekerja secara normal. Keyakinan saya muncul dari pengalaman, semisal menulis, kalau vacum dari kegiatan menulis dalam jangka waktu yang lama, pikiran mengalami penurunan kecepatannya dalam mengalirkan ide. Bahkan dalam beberapa pengalaman, terjebak dalam kebingungan untuk memulai dan menelorkan ide-ide baru!. Bisa jadi pandangan neuroscientist berbeda tentang hal ini.
Demikian juga yang terjadi pada tahun ajaran baru. Setelah sebulan lebih anak-anak istirahat dari kegiatan “belajar” di kelas, perlu pemanasan. Analogi sederhana yang selalu sampaikan pada anak didik adalah sama seperti mesin sepeda. Saat sepeda motor di parkir dan tak digunakan waktu lama, kita tidak bisa semena-mena langsung menungganginya tanpa terlebih dulu melakukan pemanasan, mengecek mesin, oli, bensin dan bagian penting lainnya.
Dari pandangan sederhana diatas, maka, memulai pembelajaran dikelaspun juga memiliki kesamaan dengannya. Jalaludin Rahmat dalam bukunya yang berjudul “Belajar Cerdas” (Mizan, 2005) menyitir bahwa untuk tetap “hidup”, otak-salah satunya- harus banyak menerima rangsangan dan pemanasan. Salah satunya melalui gerakan, cerita inspiratif, baca buku dan semacamnya. Dengan bahasa guyonan saya sampaikan kepada anak didik betapa pentingnya pemanasan terhadap kinerja otak agar tidak “konslet” alias error programnya!.
Pemanasan macam apa yang kami lakukan? Terdapat berbagai macam pemanasan yang sering saya lakukan. Sebelum pemanasan itu kami lakukan, selalu saja saya sampaikan tentang keajabiban otak, kecepatan prosesor dan memorinya, kerja otak dan sejenisnya. Meski tidak se “gamblang” para neuroscintiest menjelaskannya, anak didik sedikit banyak tercerahkan dan ngeh! Betapa hebat sesungguhnya mereka itu!.Aweakening the giant within!!!!!
Dan diantaranya camilan otak yang kami gunakan adalah yang terdapat di buku Super Genius Memory. Camilan otak tersebut melatih otak untuk melakukan visualisasi, mengingat dan bermain-main dengan memory dan daya simpan. Ada juga gerakan mencerdaskan otak versi Paul E.Dennison dalam bukunya yang berjudul “Brain Gym”. Dan begitu banyak yang bisa kita lakukan untuk memanasi otak tersebut!. Dengan sumber ajar yang melimpah ruah!.
Hal kedua yang saya selalu lakukan adalah melakukan tuning dengan cerita inspiratif dan humor. Betapa penting proses tuning ini dalam pembelajaran. Proses inilah yang akan berpengaruh cukup signifikan terhadap minat dan motivasi mereka belajar. Mereka juga saya suguhi dengan beberapa cerita humor tentang pentingnya mata pelajaran yang saya ampuh. Ger-geran tak terelakkan, wajah-wajah kembali memerah dan merona. Senyum mengembang bebas laksana melayang-layang diangkasa nan cerah. Keterpanahan dan momen memesona yang kita ciptakan di awal akan berdampak sangat positif dalam pembelajaran selanjutnya. Mari kita buat kesan pertama begitu menggoda hingga anak didik kasmaran tak berujung.
Selanjutnya, saya mengambil boardmarker dan memulai untuk mem-breakdown materi selama satu semester dalam sebuah peta konsep. Di peta konsep itulah anak-anak memperhatikan aneka informasi dan materi yang akan mereka jelajahi 6 bulan ke depan. Macam-macam Penilaian dan Tantangan belajar baik melalui tugas terstruktur dan tak terstruktur, online (Quipperschool) maupun offline, semua tergambar jelas di peta konsep. Termasuk di dalamnya saya selipkan karakter yang akan di semai dalam pembelajaran yang saya ampuh. Dan mereka menuliskannya di lembar pertama buku barunya!. Dan semoga mereka selalu membuka pertamax untuk selalu termotivasi dan terlecut api dan semangat belajarnya.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepatnya dan menyisahkan 30 menitan lagi untuk pulang. Anak didik mulai menulis harapan dan resolusi mereka dalam belajar. Dengan terlebih dahulu saya sampaikan kewajiban dan hak mereka untuk belajar di kelas. Tidak lupa, saya selalu mengakiri pertemuan pertama dengan meminta mereka untuk kembali menuliskan kosakata yang telah mereka kuasai selama ini. Meski, hasil dari kosakata mereka tidak terlalu luar biasa, bahkan ada beberapa anak didik yang sangat minim (untuk tidak mengatakan tidak punya), tetapi saya harus memastikan dan menjamin mereka akan belajar dalam suasana dan gairah yang berbeda. Saya menekankan dan memahamkan pada anak didik bahwa esensi belajar adalah proses dan bukan sepenuhnya hasil itu sendiri. Karenanya, mereka harus menjalani proses secara benar dan bergairah agar kegiatan belajar yang dijalaninya bisa menggembirakan hari dan usahanya untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Biarlah saya yang akan memberi nilainya.
Lima menit pelajaran akan usai, segera saya ajak mereka menyanyikan lagu perjuangan “Halo-Halo Bandung”. Saya sendirilah yang bertindak sebagai dirigennya ( meski minim jam terbang dengan suara yang pas-pasan), saya tetap pede dan bersemangat memimpin mereka bernyayi .Semoga semangat dan ritme lagu tersebut menginspirasi mereka untuk tidak muda menyerah dan berputus asa. Doa kami panjatkan sebagai wujud kebersyukuran dan pengharapan bahwa ilmu yang kami dapat bisa menjelma menjadi barokah bagi anak didik, keluarga dan bangsanya, amien.
Oh ya, saya lupa menceritakan kepada anda jikalau saat asyik-asyiknya bermain, ada dua siswa yang datang terlambat. Akhirnya kami putuskan untuk meminta mereka berdua menyanyikan lagu kebangsaan. Suaranya yang merdu dengan mimik serius laksana prajurit menuju medan laga, memaksa saya untuk mengapresiasi mereka berdua dengan sanjungan. Tiba-tiba dari arah jarum jam 3, seorang anak didik berseloroh “Beri Mereka Oplosan”!, dan tepuk tanganpun riuh memecah suasana.”Sek ta rek, parkiren dikek becakmu, sing di oplos iku opo jal?”. Hidup memang indah dan sering kali mengejutkan dada ditengah kehidupan anak-anak alay dan mengasyikkan itu!!! What a day! Seize the day!!

Foto Heriyanto Nurcahyo.
Foto Heriyanto Nurcahyo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s