I do stay in teaching coz….

Why I Stay in Teaching
Posted: 01/27/2014 1:37 pm
Follow
éducation, Education Reform, English Language, Commitment, Education News, Literature, Public Education, Teaching, Education News

Chalkboard
1,595
91

68
17
GET EDUCATION NEWSLETTERS:
SUBSCRIBE
I never planned to be a teacher. I was headed for law school, for a real career. Teaching was something to “get out of my system.” I would teach a couple of years and then go get a real job.

After the first couple of years, I promised myself I would leave when I didn’t love my job any more. Twenty-nine years later, that day still has not come.

So, why do I stay?

I stay because I laugh and learn every day. Your children are funny, insightful, and brutally honest. If my shoes don’t match my outfit, they tell me. If my argument that Invisible Man is an important twentieth century classic doesn’t convince them, they tell me. But they also teach me that writers other than Aristotle effectively employ rhetorical appeals. They have taught me that great literature comes in many different forms — sometimes even in as unlikely a place as a speech by Ashton Kutcher at the Teen Choice Awards. Baca lebih lanjut

Iklan

Kisah 4 Lilin

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

kisah inspirasi
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!