Cermin Buram Sang Pelajar

Student’s Soup for Teacher’s Soul (part2).

Pertama kali bertemu, aku sudah dibuatnya terpanah. Bukan oleh kemolekan dan ketampanan, namun oleh pandangan dan cara berbicaranya. Aku yakin, caranya berbicara dan ekspresi yang menyertai itu adalah gambaran sederhana tentang citra dirinya. “Tidak bisa!” adalah kata yang selalu terucap saat saya mengajak belajar dan melakukan suatu aktifitas tertentu. Cermin diri yang ada dibenaknya sudah terburamkan oleh anggapan dan keyakinan yang salah tentang dirinya sendiri. Keyakinan itu telah menggerogori pikiran dan menjadi mental barrier bagi setiap usaha dan keinginan berubah yang ingin dia lakukan. Dia melihat dirinya sebagai orang yang tidak bisa dan lemah. Kondisi ini juga diperparah oleh rendahnya kepercayaan dirinya. Alhasil, dia selalu bertindak dan bersikap sesuai dengan gambar yang muncul dalam cermin dirinya. Dia membutuhkan cara melihat dirinya dari sudut yang berbeda. Dia harus berani menjungkirbalikkan keyakinannnya selama ini. Keyakinan sebagai siswa yang “tidak Bisa”. Penjungkirbalikan ini akan mendorongnya bertindak dengan cara yang berbeda. Tindakan yang berbeda akan menghasilkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Mulailah saya dorong dia melakukan sesuatu yang berbeda. Perbedaan itu disemaikan dari hal-hal kecil. Maju ke depan kelas, mengerjakan soal atau sekedar menghapus papan putih. Atau yang agak berat sedikit, tampil di depan kelas melakukan roleplay. Ini adalah aktifitas yang jarang dia lakukan selama ini. Selanjutnya, setiap bertemu dengannya, selalu kudorong dia untuk berkomunikasi dan berkenalan dengan siswa-siswa lainnya (adik tingkat). Kemampuannya berkomunikasi harus terus diasah. Harapannya muncul keberanian. Keberanian untuk berbuat berbeda dari sebelumnya itu yang saya yakini akan mendorongnya mulai percaya diri. Dulu Aristoteles berujar bahwa “Semua bunga esok hari adalah benih hari ini. Dan semua hasil esok hari ada dalam pikiran hari ini”. #Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang tidak mengetahui?” (39:9).Seize the day!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s