SIKLUS BIOKOGNITIF

NEUROSAINS UNTUK PAUD
SIKLUS BIOKOGNITIF

Layaknya sebuah mesin, otak mempunyai ritme atau irama kerjanya. Banyak respon terhadapi lingkungan sekitar yang terjadi pada manusia seperti perubahan suasana hati, tingkat konsentrasi,daya tahan kerja, kreativitas dan sebagainya, terjadi dalam sebuah siklus yang disebut sebagai siklusbio-kognitif. Siklus ini juga mempengaruhi memori, tingkat kecerdasan, imunitas, waktu reaksi, dsb. Dengan memperhatikan siklus ini, kita mengetahui kapan waktu otak mencapai tingkat ke-efektifannya sehingga kita dapat memahami waktu yang tepat untuk pembelajaran sehingga mencapai performa yang optimal.

Ritme siklus 24 jam tubuh kita berhubungan dengan siklus 24 jam bulan dan matahari, pada umumnya ritme siklus manusia hampir mendekati waktu 24 jam, sehingga sebagai pembelajar efisiensi kta terdesak satu jam kedepan setiap harinya. Misalnya, juka kita berada pada puncak efisiensi pada pukul 3 dini hari, barang kali besoknya akan menjadi pukul 4 dini hari. Hal ini artinya tidak selalu mudah untuk bisa tetap sinkron dengan para pembelajar anda setiap harinya.

Selain itu kita biasanya mempunyai siklus tujuh harian. Siklus ini dapat menjelaskan mengapa pasien transplantasi organ punya masa penolakan tertinggi selama tujuh hari setelah operasi, dan selanjutnya bergerak dengan kelipatan tujuh pada masa-masa setelah itu. Fungsi psikologis yang terpengaruh oleh bioritme kita adalah termasuk denyut nadi dan tekanan darah. Respon-respon perubahan yang terjadi termasuk perubahan suasana hati, tingkat konsentrasi, dan pembelajaran hingga oleh sssebab itu siklus ini juga mempengaruhi memori, imunologi, pertumbuhan fisik, waktu reaksi, dan toleransi pada rasa sakit.

.Salah satu siklus alami ini dapat kita lihat pada siklus menstruasi pada wanita. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Kimura menunjukkan bahwa perempuan belajar lebih baik dalam masa dua pekan setelah menstruasi. Wanita pada saat tingkat estrogen tinggi diperkirakan mengalami kesiagaan otak yang lebih baik. Otak wanita saat dipenuhi hormon ini mengalami sensasi menyenangkan, kondisi yang antusias, dan percaya diri yang tinggi. Kondisi seperti ini merupakan kondisi yang memudahkan bagi wanita untuk belajar.

Bagaimana penerapan siklus bio kognitif ini dalam kehidupan anak-anak sehari-hari?

Menurut penelitian, pada jam 9 s.d. 11 pagi, otak akan 15% lebih efesien untuk mengingat memori yang bersifat jangka pendek sehingga tugas pembelajaran yang menuntut penyelesaian masalah, analisa ,repetisi akan lebih efeketif pada jam itu. Siang hari (jam 12 s.d. 14) adalah waktu yang terbaik untuk belajar yang menuntut adanya gerakan, seperti belajar seni, komputer, dan sebagainya. Dari penelitian ini juga, kita bisa melihat bahwa waktu juga mempunyai hubungan dengan materi yang lebih cepat untuk diserap oleh otak.Oleh karena itu, akan lebih efektif menyampaikan informasi baru pada pagi hari kemudian menggunakan waktu sore hari untuk menyusun dan mengintegrasikan informasi ini dengan memori yang sudah ada sebelumnya. Dengan memahami hal ini, kita bisa menyusun jadwal menghafal, membaca, mendengar pada pagi hari, dan di sore hari kita bisa menggunakannya untuk kegiatan diskusi kelompok atau pengerjaan proyek latihan.Siklus ini juga mencakup waktu istirahat yang tepat bagi tubuh agar fungsi otak berjalan secara optimal karena proses pembelajaran merupakan proses yang melibatkan memori jangka pendek dan jangka panjang, pikiran sadar dan bawah sadar. Sehingga informasi yang terserap bisa jadimembutuhkan waktu untuk dipahami, diterapkan hingga menjadi bagian dari sebuah pembelajaran.Seperti yang dicontohkan oleh Dr. Hirome Shina dalam buku nya The Miracle of Enzyme, bahwa bilapekerja diberikan waktu istirahat untuk tidur siang, maka produktivitas kerja akan meningkat. Hal inimenyebabkan di dalam kliniknya, dr Hirome memberikan tempat dan waktu bagi pekerja untukmelakukan istrahat siang. Hal ini sejalan dengan penelitian yang diberikan oleh Rossi dan Nimmons (1991), produktivitas akan lebih meningkat ketika para pembelajar diberikan waktu istirahat beberapakali.Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa otak menjadi lebih mudah lelah saat lingkungan belajarkurang kondusif seperti lingkungan yang memberikan tekanan secara psikis kepada siswa. Contohnyaadalah lingkungan dengan tingkat kriminalitas tinggi atau kekerasan dalam rumah tangga yang tinggisangat kondusif untuk membuat otak menjadi cepat lelah. Salah satu dari bahaya yang ditimbulkandari kelelahan ini adalah otak tidak mengalami saat beristirahat yang cukup yang berguna untukmempersiapkan otak untuk kembali bekerja. Waktu istirahat yang cukup memberikan otakkesempatan untuk membersihkan dan merawat dirinya. Ini seperti kerja komputer yan g melakukan fragmentasi dan membuang data yang tidak diperlukan. Dengan mengeleminasi informasi yang tidak perlu, hal ini akan membuat kerja otak menjadi lebih efektif dan efesien

DUA SIKLUS YANG MENJALANKAN OTAK PEMBELAJARAN KITA

R. Thayer mengatakan bahwa ottak kita secara konsisten dijalankan dalam dua siklus pembelajaran. Yang pertama adalah siklus energy rendah ke tinggi dan yang kedua siklus relaksasi ke ketegangan. Kedua siklus ini secara dramatic mempengaruhi pembelajaran dan persepsi kita tentang diri kita sendiri.

Kekuatan otak bergantung pada kesehatan tubuh. Kalau tubuh kurang sehat maka otak pun menjadi lemah. Tanpa kesehatan yang cukup, otak pun tak akan dapat bekerja dengan baik. Hal ini bisa kita lihat ketika seorang pelajar sedang dalam keadaan sakit. Ia pasti akan kehilangan konsentrasinya dalam belajar. Bahkan ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan dalam menempuh ujian sehingga berakibat tidak lulus.

Kalau seutas karet kita rentangkan dalam waktu yang lama tanpa henti, pada akhirnya karet tersebut akan kehilangan kelenturannya. Demikian pula dengan otak, jika dipaksa terus menerus bekerja tanpa istirahat, maka ia akan kehilangan kelenturannya dalam berpikir. Otak pun memerlukan waktu yang teratur untuk mengendurkan ketegangannya.

Banyak kasus penyakit stroke disebabkan oleh beban pikiran yang begitu berat. Hal ini sering terjadi pada orang-orang dengan aktivitas yang memerlukan tenaga dan pikiran yang begitu tinggi. Kesempatan untuk mengistirahatkan otak walau sejenak diabaikan begitu saja. Kalau hanya tenaga, maka beristirahat dan makan yang cukup sudah dapat memulihkan kondisi tubuh.

Sejumlah orang berpikir akan kehilangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan jika harus diselingi istirahat. Namun hal itu justru akan membawa akibat yang kurang baik bagi otak itu sendiri. Meski masih mampu bekerja kualitasnya sudah jelas akan turun dan semakin menurun.

Istirahat bagi otak bukanlah suatu hal yang percuma, sedangkan waktu yang terbuang untuk beristirahat itu pun juga tidak sia-sia. Dengan beristirahat, otak cenderung menghasilkan pikiran-pikiran yang lebih berarti dan besar nilainya. Kemampuannya akan meningkat dan cemerlang.

Selain beristirahat, otak juga membutuhkan gizi dan zat-zat tertentu untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak. Berbagai penelitian mengungkapkan mengenai pentingnya peranan gizi dalam pertumbuhan otak. Kurang gizi memang berpengaruh besar secara umum pada anak-anak, terutama pada otaknya. Otak yang kurang sempurna karena kekurangan zat gizi akan menyebabkan terjadinya tingkat kecerdasan yang rendah.

Selain beristirahat dan gizi, otak juga perlu latihan-latihan yang teratur untuk mencapai kesempurnaannya. Otak yang tak pernah mendapat latihan atau stimulasi, apalagi tidak pernah digunakan akan menjadi bebal. Jasmani saja jika kurang bergerak atau berlatih akan terasa tidak nyaman, demikian pula dengan otak.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk melatih otak, misalnya saja dengan belajar bagi terutama untuk para siswa, menganalisis, diskusi, mengisi TTS, menulis, bermain rubik dan tentu saja nge-blog jangan dilewatkan. Bahkan ada pihak yang memang sengaja membuka pusat latihan otak. Tujuannya selain untuk kecerdasan juga untuk meningkatkan kemampuan otak sehingga menjadi lebih efektif ketika digunakan untuk aktivitas-aktivitas yang memerlukan pikiran lebih.

Satu yang penting dan tak boleh dilupakan adalah secerdas apapun dan secemerlang apapun otak tetaplah perlu beristirahat. Hal ini sering dimanfaatkan orang untuk berlibur sekedar melepas penat dan lelah setelah terkuras energinya untuk bekerja.

BAHKAN MEMORI PUN BERVARIASI MENURUT WAKTUNYA

Berkaitan dengan waktu belajar yang efektif, jam 9 -11 pagi otak akan efisien jika melakukan kegiatan yang berkaitan dengan memori jangka pendek, jam 9 – 12 juga efiesien untuk belajar matematika,penulisan laporan,teori dan sains. Siang hari sampai jam 2 siang adalah waktu terbaik untuk melakukan lembar kerja,komputer, menyanyi dan seni. SAmpai dengan jam 17.00 adalah waktu terbaik untuk mempelajari literatur dan sejarah, serta untuk melakukan olahraga,teater, dan tugas-tugas keterampilan

Pengarang buku rythms of learning, C, brewer dan D. Campbell (1991), menyarankan bahwa mulai jam 9 pagi sampai jam 11, otak 15 persen akan lebih efisien untuk tugas-tugas memori jangka pendek, dan padda jam 9 sampai jam 12, tugas-tugas pembelajaran yang menuntut pengulangan, ejaanm penyelesaian masalah, tinjauan ujian, penulisan laporan, matematika, teori dan sains akan dapat dipelajari dengan paling efisiens.

Siang hari sampai jam 14.00 adalah waktu terbaik untuk untuk tugas-tugas berorientasi gerakan, lembar kerja, manipulative, music, computer, menyanyi dan seni, demikian mereka mengungkapkan. Kemudian pada jam 14,00 sampai jam 17,00 adalah waktu terbaik untuk mempelajari literature dan sejarah serta untuk melakukan olahraga, music, teater, oleh karena itu sebagian dari kita adalah “ orang pagi” dan sebagian lagi dikatakan “ orang malam “ ada perbedaan sekitar dua sampai empat jam diantara para pembelajar untuk pengaturan waktu yang optimal.

Dalam mengetahui semua variasi dalam tipe kepribadian, bagi sekitar sepertiga dari jumlah pembelajar anda, tak jadi soal kapan anda menyampaikan topic tertentu, sepertinya saat penyampaian itu berada diluar kesesuaian, atau dilakukan pada waktu yang salah. Akan tetepi, ketika anak remaja diberri kesempatan untuk mempelajari seebjek pada waktu yang mereka pilih sendiri dalam sehari, motivasi, perilaku dan pelajaran matematika meereka menunjukkan peningkatan, demikian dikatakan Dr. May ( ibid)

(revealed from:http://yurzierita.wordpress.com/2012/12/08/neurosains-untuk-paud/)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s