ANGKA PARTISIPASI DALAM PENDIDIKAN

Agustus 7, 2009, 9:34 am
Filed under: EVALUASI PROGRAM DAN LEMBAGA, PASCASARJANA, Pendidikan, Pendidikan Kejuruan, PENELITIAN, PENGUKURAN (MEASUREMENT), Uncategorized
ANGKA PARTISIPASI DALAM PENDIDIKAN

Oleh Wakhinuddin S

Angka partisipasi dalam suatu kegiatan penting diketahui, dengan mengetahui angka partisipasi tersebut dapat dinilai apakah kegiatan tersebut disukai masyarakat atau tidak disukai. Semakin besar angka partisipasi suatu program pendidikan berarti, program, lembaga, daerah tersebut berkualitas, sebaliknya kurang dan peserta banyak berhenti dalam proses pelaksanaan program berarti program, lembaga dan daerah tersebut tidak berkualitas. Berikut disampaikan beberapa konsep tentang berkaitan dengan Partisipasi dalam pendidikan.

Angka Partisipasi Kasar (APK) Baca lebih lanjut

Iklan

KISAH SEDIH SEORANG MURID

ISAH SEDIH SEORANG MURID
(Dipetik dari pengalaman seorang guru)

Saya adalah seorang guru di sekolah dasar. Saya mengajar di jam sore hari. Ada salah seorang murid saya setiap hari datang terlambat ke sekolah. Tas dan bajunya selalu kotor. Setiap kali saya bertanya tentang baju dan tasnya dia hanya terdiam. Saya masih bersabar dengan keadaan pakaiannya.

Tetapi kesabaran saya benar-benar diuji dengan sikapnya yang
setiap hari datang terlambat. Pada mulanya saya hanya memberi
nasehat. Dia hanya menundukkan kepala tanpa berkata-kata kecuali anggukan yang seolah-olah dipaksakan.

Kali kedua saya memarahinya, dia masih juga mengangguk tetapi masih juga datang terlambat keesokan harinya.

Kali ketiga, saya terpaksa menjalankan janji saya untuk memukulnya kalau masih terlambat. Anehnya dia hanya
menyerahkan punggungnya untuk dipukul. Air matanya saja
yang berjatuhan tanpa berucap sepatah katapun dari mulutnya. Baca lebih lanjut

Problematika Implementasi Kurikulum 2013

RABU, 10 JULI 2013
FREE!
Problematika Implementasi Kurikulum 2013
Darmaningtyas,

TAMANSISWA JAKARTA

Kegagalan mengubah mindset guru akan menjadi sumber kegagalan implementasi Kurikulum 2013.

Tulisan di bawah ini merupakan hasil refleksi dari lapangan setelah bertemu dengan banyak guru dalam rangka sosialisasi Kurikulum 2013. Sosialisasi itu sendiri bukan dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melainkan oleh yayasan sekolah swasta atau kampus perguruan tinggi. Mereka penasaran ingin mengetahui grand design (desain induk) Kurikulum 2013, yang selama ini diwacanakan melalui media massa saja. Ternyata para guru, kepala sekolah, pengurus yayasan, dosen, maupun mahasiswa banyak yang belum mengetahui desain induk Kurikulum 2013. Ini artinya masalah sosialisasi itu sendiri minim.

Perubahan kurikulum, di mana pun, sebetulnya hampir sama, selalu membutuhkan penyesuaian pola pikir para pemangku kepentingan (stake holder). Demikian pula yang terjadi pada Kurikulum 2013 ini, ia hanya mungkin sukses bila ada perubahan paradigma atau lebih tepatnya mindset para guru dalam proses pembelajaran. Hal itu mengingat substansi perubahan dari Kurikulum 2006 (KTSP) ke Kurikulum 2013 ini adalah perubahan proses pembelajaran, dari pola pembelajaran ala bank, yaitu guru menulis di papan tulis dan murid mencatat di buku serta guru menerangkansedangkan murid mendengarkanmenjadi proses pembelajaran yang lebih mengedepankan murid untuk melakukan pengamatan, bertanya, mengeksplorasi, mencoba, dan mengekspresikannya. Proses pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif tersebut hanya mungkin terwujud bila mindset guru telah berubah. Mereka tidak lagi memiliki mindset bahwa mengajar harus di dalam kelas dan menghadap ke papan tulis. Mengajar bisa dilakukan di perpustakaan, kebun, tanah lapang, atau juga di sungai. Media pembelajaran pun tidak harus buku, alat peraga, atau komputer. Tanam-tanaman dan pohon di kebun, sungai, dan sejenisnya juga dapat menjadi media pembelajaran.

Mengubah mindset guru seperti itu tidak mudah, karena sudah berpuluh tahun guru mengajar dengan model ala bank. Tidak mudah bila tiba-tiba guru harus berubah menjadi seorang fasilitator dan motivator. Mengubah mindset guru itulah pekerjaan rumah tersendiri bagi Kemendikbud dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Kegagalan mengubah mindset guru akan menjadi sumber kegagalan implementasi Kurikulum 2013. Persoalannya adalah perubahan mindset guru tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, melainkan butuh waktu bertahun-tahun, padahal Kurikulum 2013 itu harus dilaksanakan dalam waktu secepatnya. Komprominya adalah persoalan teknis dilatihkan dalam waktu satu minggu, tapi perubahan mindset harus dilakukan terus-menerus dengan cara mendorong guru untuk terus belajar.

Problem di lapangan

Implementasi Kurikulum 2013 akan menemui sejumlah masalah di lapangan. Selain persoalan paradigmatik, seperti mengubah mindset guru tersebut, ada problem teknis yang berkaitan dengan perubahan struktur kurikulum yang menyebabkan adanya pelajaran yang hilang maupun bertambahnya jam. Semuanya itu berimplikasi pada nasib guru.

Pertama, penghapusan mata pelajaran TIK (teknologi informasi dan komputer) di SMP berimplikasi besar terhadap eksistensi para pengampu bidang TIK yang latar belakang pendidikannya TIK. Mereka akan disalurkan ke mana? Pengajar TIK dengan latar belakang IPA, matematika, atau lainnya dapat dengan mudah disalurkan ke mata pelajaran lain sesuai dengan kompetensinya. Tapi tidak mudah bagi pengajar bidang TIK yang sudah tersertifikasi. Mungkin mereka dapat disalurkan untuk mengajar prakarya yang berbasiskan teknologi. Tapi masalahnya adalah apakah regulasi yang menyangkut sertifikasi mendukung kebijakan tersebut. Bila tidak, guru pula yang akan menjadi korban. Perebutan jam mengajar tetap akan terjadi untuk tetap dapat mempertahankan sertifikasi.

Kedua, penjurusan/peminatan di SMA yang dimulai begitu murid masuk di kelas I menimbulkan persoalan manajerial baru ihwal persyaratan pemilihan jurusan/minat. Terutama bila para murid baru memilih jurusan/peminatan di kelompok tertentu, misalnya kelompok matematika dan IPA saja. Para kepala sekolah/guru di SMA harus cermat sekali dalam menampung minat para calon murid agar tidak sering terjadi perpindahan jurusan/minat. Hal itu mengingat murid boleh pindah minat. Tapi seringnya pindah minat murid akan menyulitkan pengelolaan sekolah.

Masalah pilihan jurusan/minat itu sebaiknya disosialisasi di kelas III SMP agar, ketika lulus SMP, murid sudah memiliki gambaran mengenai jurusan/minat yang akan diambil saat masuk SMA. Penulis menggunakan istilah “penjurusan” di sini, karena ternyata apa yang disebut peminatan itu sama dengan penjurusan, hanya ditambah dengan boleh mengambil bidang studi disiplin lain. Misalnya, kelompok matematika dan IPA boleh mengambil antropologi. Atau, kelompok IPS boleh mengambil biologi. Tapi setiap murid wajib mengambil semua mata pelajaran di kelompok peminatan. Ketika perdebatan awal gagasan peminatan ini muncul, tidaklah demikian. Pada waktu itu, diharapkan murid betul-betul mengambil materi yang diminati dan sesuai dengan orientasi belajarnya di perguruan tinggi nantinya.

Ketiga, soal penambahan jam pelajaran di semua jenjang pendidikan juga inkonsisten antara latar belakang penambahan dan penerjemahannya dalam struktur kurikulum. Latar belakangnya adalah karena adanya perubahan pendekatan proses pembelajaran, tapi dalam struktur kurikulum terjadi penambahan jumlah jam mata pelajaran. Sebagai contoh, pendidikan agama di SD kelas I-III dari dua menjadi empat jam seminggu, yang diikuti dengan perumusan kompetensi dasar (KD) yang seimbang dengan jumlah jamnya, sehingga yang terjadi tetap mengejar materi, bukan proses pembelajarannya yang dibenahi. Semestinya yang diubah adalah lamanya tatap muka untuk setiap mata pelajaran, misalnya tatap muka di SD kelas I-III saat ini per jam mata pelajaran itu selama 35 menit, bisa ditambah menjadi 45 menit. Di SMP-SMTA, dari 45 menit per jam pelajaran dapat ditambah menjadi 60 menit per jam pelajaran, sehingga proses pembelajarannya lebih leluasa.

Problem lain yang dimunculkan dari penambahan jam pelajaran per minggu itu adalah makin menghilangkan otonomi sekolah, karena waktu yang tersedia untuk mengembangkan kurikulum sendiri makin sempit. Bagi sekolah-sekolah swasta, kurikulum baru jelas menimbulkan beban baru bagi yayasan, karena harus memfasilitasi peningkatan kualitas guru lewat pelatihan, pengadaan perpustakaan yang lengkap, dan pendidikan tambahan agar guru dapat mengimplementasikan kurikulum baru tersebut secara baik, dengan biaya ditanggung sendiri oleh pihak yayasan, yang ujungnya dipikul oleh para orang tua muri

KATUP PENGAMAN KURIKULUM2013

KATUP PENGAMAN KURIKULUM2013

Oleh Prof. Suyanto,Ph.D

Kurikulum 2013pasti dilaksanakan di sekolah-sekolah di bawah Kemedikbud pada tahun ajaranbaru ini di pertengahan Juli. Meskipun demikian, sekolah-sekolah di bawahkoordinasi Kementerian Agama belum akan melaksanakan Kurikulum 2013, karenaKemenag merasa belum siap untuk melaksankannya di tahun ajaran baru tahun ini.Kemenag nampaknya sangat mendengarkan apa saran para pakar pendidikan, pakarbidang studi, pakar dari perguran tinggi, dan juga para tokoh masyarakatpenyelenggara pendidikan swasta di negeri ini, agar pelaksanaan kurikulum 2013terlebih dahulu diawali dengan mempersiapkan daya dukung Kurikulum 2013terutama dalam bidang sumber daya manusianya, seperti guru, kepala sekolah, danpengawas. Perbedaan pandangan antara Kemenag dan Kemdikbud ini justru bagusdalam arti nanti bisa dinilai kisah suksesnya dalam mengimplementasikanKurikulum 2013. Dari penilaian itu nanti akan bisa jadi pelajaran yang berhargamanakala kita harus mengimplementasikan sebuah kurikulum baru. Kurikulum 2013memang belum disosialisasikan secara intensif; yang ada baru uji publik melaluiberbagai media dan forum pertemuan. Sosialisasi tentu berbeda dengan ujipublik. Sosialisasi lebih bersifat mengenalkan konsep yang telah kuat dan siapdilaksanakan setelah melalui berbagai uji publik agar konsep tentang Kurikulum2013 benar-benar telah mantab dilihat dari berbagai aspek seperti: pedagogi,pendekatan, kesiapan buku, guru, kepala sekolah, alat evaluasi, bahkan pemerintahdaerah sebagai unsur pemerintahan yang akan melaksanakannya di eradesentralisasi pendidikan seperti saat ini.
Pertanyaannya,apakah kalau demikian halnya, Kemdikbudtidak mendengarkan berbagai usulan dan kritik dari masyarakat, organisasi sosialpenyelenggara pendidikan, praktisi, dan pakar pendidikan dan ahli bidang studi?Kemdikbud juga mengakomodasikan berbagai saran dari berbagai fihak. Hanya sajasaran untuk menunda pelaksanaan Kurikulum sampai tahun depan, sebagaimana yangtelah diputuskan oleh Kemenag, memang Kemdikbud tidak mau menerimanya. Meskipundemikian, Kemdikbud rela untukmenurunkan target pelaksanaannya yang awalnya sangat ambisius menjadi targetyang sangat kecil dibandingnkan cita-cita awalnya yang akan melaksanakan kurikulumbaru secara masif dengan mengambil target 30% sekolah dasar (SD) dan seluruhsekolah menengah pertama (SMP) serta seluruh sekolah menengah atas dan sekolahmenengah kejuruan (SMA/SMK). Kalau ini jadi dilaksanakan, akan melibatkanpaling tidak 44. 606 SD, 35.596 SMP, dan 22.251 SMA/SMK, sehingga total sekolahakan mencapai kurang lebih 102.453 sekolah, dengan melibatkan guru paling tidak676.414 orang untuk ditatar dalam waktu singkat, dan 78 jutaan buku yang jugaharus dicetak dan didistribusikan ke sekolah-sekolah. Setelah melalui berbagaikritik yang pedas maupun yang halus dan santun, akhirnya Kemdikbud sadar bahwacita-cita untuk melaksanakan Kurikulum 2013 secara masif seperti tersebut diatas, tidaklah mungkin dilihat dariterutama kesiapan guru, dan buku berikut anggarannya yang tidak kunjungdisepakati oleh Komisi X. Akhirnya sampailah pada target yang sangat lebihmasuk akal dan relistis, yaitu hanya meliputi: 6.325 sekolah untuk seluruhjenjang (SD 2.598, SMP 1.436, SMA 1.270, SMK 1.021), dengan jumlah rombonganbelajar 14.805, jumlah guru hanya 55.762, serta jumlah buku yang harus dicetakdan didistribusikan juga menurun dengan sangat drastis, yaitu tinggal 9.767.280eksemplar.

Kunci Sukses

Pertanyaan implementatifyang harus dijawab ialah siapa saja pemegang kunci sukses terpenting dalampelaksanaan Kurikulum 2013? Jawabnya, dengan pasti adalah guru. Jadi gurumerupakan unsur terpenting dari stakeholderpendidikan dalam konteks implementasi Kurikulum 2013. Oleh karena itu, guruharus ditatar dan memang akan ditatar selama enam hari kerja sebelum melaksanakanKUrikulum 2013. Siapa saja yang akan menentukan sukses dalam pelatihan guru?Kunci sukses pelatihan guru itu akan terletak pada 60 nara sumber nasional yangakan memberikan penyegaran kepada 372 instruktur Nasional. Kemudian secarahirarkhis 372 instruktur nasional itu pada gilirannya akan memberi pelatihankepada 3.036 guru inti. Di tangan guru inti inilah keberhasilan mengubah caraberpikir para pelaksana Kurikulum 2013 akan tergantung. Pada lapis palingterakhir, guru inti tersebut akan melatih 6.325 kepala sekolah dan pengawasyang sekolah mereka terpilih menjadi target pelaksanaan kurikulum 2013, beserta55.762 gurunya sekaligus. Tugas pelatihan itu yang penting ialah harus mampu mengubahmindset para guru untuk bisa berpikir dengan cara, metoda , dan evaluasi yangbaru sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Tugas paling berat ialah melatihpara guru SD, yang pada Kurikulum baru ini mengalami perubahan pendekatanpembelajaran secara signifikan, dari pendekatan bidang studi beralih kependekatan tematik integratif. Dalam proses belajar orang selalu dilibatkandalam tiga kegiatan utma: to learn, to relearn,dan to unlearn. Dari tiga kegiatanitu yang paling sulit dilakukan ialah: tounlearn. Guru SD sudah bertahun-tahun memiliki pengalaman dan pengetahuanlama mengenai Kurikulum dengan pendekatan bidang studi. Tantangan bagi guruinti ketika melatih mereka ialah: mampu tidak para pelatih atau penatar itumelakukan perubahan mindset guru SD (to unlearn): dari pembelajaran bidangstudi menjadi pembelajaran tematik integratif? Pertanyaan ini adalah persoalan how to unlearn dalam teori pelatihan danpembelajaran modern, dan hal itu jauh lebih sulit diakukan dari pada how to learn dan how to relearn. Kalau pelatihan tidak bisa mengubah mindset para guru, maka katup pengamanterakhir terletak pada pendampingan di kelas ketika para guru mengajarkankurikulum baru nanti. Pendampingan akan efektif untuk membelajarkan para gurudalam melaksanakan Kurikulum 2013. Sebab sesuai dengan teori pemberlajaransosial: vicarious learning theory,dikatakan bahwa siapapun akan mudah belajar hal baru jika melihat modelnyasecara nyata. Para pendamping nanti akan menjadi model bagi guru pelaksanaKurikulum 2013, secara nyata di kelas. Oleh karena itu Tim Pendamping Kurikulum2013 yang terdiri dari Kepala Sekolah inti, Pengawas inti, dan guru inti akanmenjadi katup pengaman yang strategis bagi suksesnya implementasi Kurikulum2013, setelah mereka itu semua mendapatkan TOT selama seminggu di Propinsimasing-masing.
Apalagipemegang kunci sukses peaksanaan Kurikulum 2013? Jawabnya adalah pengadaanbuku. Buku ajar, buku pedoman, dan juga buku mengenai dokumen kurikulum. Itusemua sangat penting bagi guru yang akan melaksanakan kurikulum. Jika buku-bukuitu datang tidak tepat waktu, dijamin para guru akan panik dan tidak percayadiri dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Oleh sebab itu, jangan sampaidistribusi buku mengalami keterlambatan seperti distribusi soal UN pada saat ujian nasional yangbaru lalu. Kalau hal ini terjadi, tentu akan membuat kalut
para guru yang akan melaksanakan Kurikulum 2013. Semogatidak.

Prof. Suyanto, Ph.D.,
Guru Besar FE Universitas NegeriYogyakarta,
Alumnus Boston dan Michigan Satate University

film dokumter pendidikan

Saya mau berbagi tautan2 film dokumenter tentang pendidikan yang bisa disaksikan di YouTube/Vimeo ya. Lumayan buat mengisi akhir pekan. Memang ini dokumenter2 luar negeri, berhubung di Indonesia jarang ada dokumenter dan lebih jarang lagi yang mengunggah ke YouTube. Silahkan lihat di bagian komen untuk tautan2nya. Kalau ada yg mau menambahkan, alhamdulillah…
Suka · · Bagikan · 6 jam yang lalu ·
Eti Kurniati, Johan Wahyudi dan 11 orang lainnya menyukai ini.

Kreshna Aditya >> Forbidden Education; tentang model-model pendidikan non-konvensional di negara-negara Amerika Latin dan Spanyol. Film ini membuat kita memikirkan ulang asumsi-asumsi kita tentang esensi pendidikan. | http://youtu.be/ByO41gE3dPQ

The Forbidden Education subtitled English (Movie HD) – La Educación Prohibida
http://www.youtube.com
http://www.eternaluz.org/ Next videos: http://goo.gl/qI622 Facebook: http://www….
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka · 1

Kreshna Aditya >> The Bully Project; dokumenter tentang anak-anak korban perisakan [bullying] di Amerika dan negara-negara lain serta usaha mereka bertahan dari tekanan perisakan. Peringatan: nonton ini bisa bikin dada sesak! | http://youtu.be/DiiozTED9nU

The Bully Project 2011
http://www.youtube.com
Educational documentary on Bullying in schools all over America, and all through…
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> The Finland Phenomenon; tentang sistem & praktik-praktik pendidikan di Finlandia yang banyak diakui sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. | http://youtu.be/GLfxvQgme_8

The Finland Phenomenon (2011) Full documentary
http://www.youtube.com
Finland’s education system has consistently ranked among the best in the world f…
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Please Vote for Me; eksperimen sosial yang dilakukan di salah satu kelas di Cina di mana siswa-siswanya belajar tentang demokrasi dan politik melalui proses pemilihan ketua kelas yang panjang. | http://youtu.be/aC-6kRSxgnM

Please vote for me sub
http://www.youtube.com
Why democracy? Cùng xem 3 ứng viên nhí tranh cử Lớp trưởng 🙂
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Education for a Sustainable Future; dokumenter tentang praktik-praktik pendidikan yang tidak menjamin kesinambungan sosial beserta berbagai solusi dan alternatifnya. | http://youtu.be/59J3X19N4Ug

EDUCATION FOR A SUSTAINABLE FUTURE
http://www.youtube.com
EDUCATION FOR A SUSTAINABLE FUTURE http://newfuturemedia.net/ To be kept informe…
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Free to Learn; dokumenter tentang prinsip & praktik pendidikan di The Free School, sebuah sekolah demokratis di New York di mana siswanya menentukan sendiri bagaimana mereka menghabiskan hari-harinya di sekolah. | http://vimeo.com/16115695

Free to Learn: A Radical Experiment in Education
vimeo.com
Free to Learn: A Radical Experiment in Education A Documentary by Jeff Root & Bhawin Suchak Free to Learn is a 70 minute documentary that offers a “fly on the…
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Hong Kong’s Tiger Tutors; tentang pendidikan Hong Kong yang dianggap terlalu berfokus pada tes serta guru-guru privat yang memanfaatkannya sebagai peluang bisnis untuk membantu siswa lulus tes. | http://youtu.be/RyQ-I_YILlo

Hong Kong’s Tiger Tutors
http://www.youtube.com
Marcel Theroux meets the students in Hong Kong aiming for success in one of the …
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Batal Suka · 1

Kreshna Aditya >> The War on Kids; dokumenter yang mengkritisi sistem persekolahan publik di Amerika yang dianggap menjadi semakin otoriter terhadap guru dan siswa. | http://youtu.be/i-tAQ56-gaA

The War on Kids: The Definitive Documentary on the Failure of the Public Education System
http://www.youtube.com
http://www.thewaronkids.com/ This is a 2009 award winning, critically acclaimed …
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Salvatorian Fathers School; dokumenter tentang model pendidikan alternatif yang diterapkan di daerah sangat kumuh di Manila, Filipina. | http://youtu.be/AzV1mcYDWpg

Salvatorian Fathers School project in Manila slums/25_version
http://www.youtube.com
Alternative School System in the Parola slum of Manila “The Philippines” This ed…
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Children Full of Life; tentang seorang guru di Jepang yang mengajarkan muridnya tentang hidup, kerja sama, komunitas. keterbukaan dan kasih sayang melalui metode yang unik. | http://youtu.be/1tLB1lU-H0M

Children Full of Life – Important Documentary.. Very.
http://www.youtube.com
Mr. Kanamori, a teacher of a 4th grade class, teaches his students not only how …
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Education, Education; tentang keterkaitan antara pendidikan dan jurang kemiskinan di Cina. Bagaimana usaha keras kaum termarjinalkan meraih pendidikan dan apa yang mereka dapatkan dari pendidikan itu. | http://youtu.be/BP61LwODTnY

Education Education – Why Poverty?
http://www.youtube.com
What does an education get you? To find out more and get teaching resources, go …
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya >> Shot for Going to School; ttg Malala Yousafzai, gadis Pakistan berusia 14 tahun yang ditembak di kepalanya oleh Taliban karena menyuarakan kesetaraan pendidikan untuk kaum perempuan. | http://youtu.be/MPPuhqIRWuI

Shot for Going to School BBC documentary 2013 Malala yousafi school girl shot in pakistan
http://www.youtube.com
Schoolgirl Malala Yousafi was just 14 when she was shot for campaigning for girl…
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Mohammad Ihsan Mantap, Mas Kreshna. Insya Alloh bermanfaat

Powered by IGI BlackBerry®
6 jam yang lalu melalui · Suka

Kreshna Aditya >> The Future of Learning, Networked Society; tentang paradigma pendidikan saat ini yang perlu dipikirkan ulang serta bagaimana revolusi pendidikan bisa diwujudkan dan menjadi tidak terhindarkan dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. | http://youtu.be/quYDkuD4dMU

The Future of Learning, Networked Society – Ericsson
http://www.youtube.com
Learn more at http://www.ericsson.com/networkedsociety Can ICT redefine the way …
Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu · Suka

Abdullah Muzi Marpaung mantap. terima kasih Mas Kreshna Aditya
6 jam yang lalu · Suka

Prawiro Sudirjo super, trims brother
6 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Kreshna Aditya Mohammad Ihsan Abdullah Muzi Marpaung Prawiro Sudirjo Enjoy… Hampir semua film dokumenter ini mencerahkan, mengacak2 perasaan dan meninggalkan kesan bagi saya. Nggak cuma kaya’ acara TV biasa gitu maksudnya. Beberapa malah bikin hati tersayat-sayat tapi selalu diakhiri dengan rasa optimisme bahwa ada sesuatu yg berbeda dan signifikan yg bisa kita lakukan.
6 jam yang lalu · Suka · 3

Sukajiyah Like this!
6 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Reni Anggarsari Natalia ninggalin jejak dulu
5 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Kreshna Aditya Reni Anggarsari Natalia Biar kalau ada update dapat notifikasinya ya? Ini deh update baru. Science and Islam, dokumenter BBC tentang sumbangan peradaban Islam di abad pertengahan terhadap kebangkitan sains. | http://youtu.be/qL41gX0fJng

Science and Islam, Jim Al-Khalili – BBC Documentary
http://www.youtube.com
Science and Islam, Jim Al-Khalili. BBC Documentary More: Islamic Science and His…
Lihat Selengkapnya
5 jam yang lalu · Suka · 1

Prawiro Sudirjo pa Kreshna sudah nonton film October Sky th.1999 belum? tentang true story peneliti NASA.saat sekolah. mohon link nya pak.menyentuh sekali.cocok untuk yg mengeluh karena harus bekerja keras.
5 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Kreshna Aditya Prawiro Sudirjo Wah lha itu kan film komersil, Pak. Nggak ada tautan untuk film penuhnya di YouTube atau Vimeo. Harus cari bajakan pakai torrent tuh. Btw, itu memang film bagus. Kejadian peluncuran Sputnik itu yang mendorong kebangkitan hasrat mempelajari sains di sekolah2 di Amrik di akhir tahun ’50-an.
5 jam yang lalu · Suka · 1

Prawiro Sudirjo oiya ya pak.hehe btul pak bagus skali.kapan anak muda kita terpacu mlihat kemajuan negara lain
5 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Mohammad Ihsan Anak muda Indonesia (jaman kita sekolah dulu nih) diwajibkan nonton pilem “G 30 S” PKI. Hasilnya adalah….

Powered by IGI BlackBerry®
5 jam yang lalu melalui · Suka · 1

Kreshna Aditya Prawiro Sudirjo Pak, kalau di film itu kan ada satu guru yg percaya kepada Homer Hickam dan teman2nya saat yang lain justru menahan hasrat belajarnya. Jadi, sudah tahu donk kuncinya…
5 jam yang lalu · Suka

Kreshna Aditya Btw, for all, kalau saya diminta merekomendasikan hanya satu saja dr semua film ini yg menurut saya benar2 wajib tonton, maka saya akan bilang The Forbidden Education, yg saya taruh paling awal tautannya tadi. Enjoy…
5 jam yang lalu · Suka · 1

Prawiro Sudirjo sipp betul pak,bahkan namanya di abadikan dalam peluncuran roket yg memenangkan National Science Fair.meskipun sampai cuti sekolah untuk bekerja di tambang batubara.namun tidak menyerah.
5 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Ikhwanudin Che keren, kenapa tidak di cd-kan??
2 jam yang lalu · Suka

Belajar Dari Zang Dha

..

Tahun 2006, seorang anak bernama Zhang Da mendapat penghargaan dari pemerintah China karena telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa.” Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil.

1000470_262163380589859_813149105_n
Zhang Da sejak berusia 10 tahun sudah ditinggal pergi ibunya karena ia tidak tahan hidup bersama suaminya yang sakit-sakitan, lumpuh dan miskin. Kondisi ini memaksanya memikul tanggung jawab berat. Ia harus sekolah, bekerja dan mengurus ayahnya.

Dari rumah ke sekolah ia berjalan kaki melewati hutan kecil. Untuk sarapannya, Zhang Da memakan biji-bijian, jamur dan buah-buahan yang ia temukan. Usai sekolah, ia bergabung dengan tukang batu untuk membelah batu dan memperoleh upah. Upahnya digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan ayahnya.

Zhang Da memapah ayahnya ke kamar mandi, memandikan, membuat bubur, dan segala urusan lainnya. Ia belajar mengenai obat-obatan dari sebuah buku bekas yang ia beli. Zhang Da juga menyuntik sendiri ayahnya berhubung biaya berobat yang mahal dan tempat berobatnya yang jauh.

Kemampuannya menyuntik itu didapat ketika ia memperhatikan seorang perawat memberikan suntikan kepada pasiennya. Dari situ, ia belajar sampai terampil menyuntik ayahnya sendiri.

Ketika para pejabat, pengusaha, artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan tertuju kepadanya, pembawa acara bertanya, “Zhang Da, sebutkan apa saja yang kamu inginkan dalam hidupmu, sekolah dimana? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah? Besar nanti kamu mau kuliah di mana, sebutkan saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ratusan juta orang sedang melihatmu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu ..”

Zhang Da diam dan tidak menjawab apa-apa. Pembawa acara bertanya lagi padanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.”
Beberapa saat Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia menjawab, “Aku mau ibu kembali. Ibu kembalilah ke rumah, aku bisa membantu ayah, aku bisa mencari makan sendiri. Ibu kembalilah!”

Semua yang hadir menitikkan air mata karena terharu, tak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya.1000470_262163380589859_813149105_n

copy paste dari Facebook:https://www.facebook.com/johan.wahyudi.182?fref=ts