MORFIN PEMBELAJARAN

Dewasa ini, banyak dari kita (guru) yang menyadari mulai menurunnya kualitas dan kegembiraan belajar anak didik. Siswa gampang jemuh, terutama saat berada di dalam kelas. Sedikit-sedikit keluar kelas dengan berbagai alasan. Entah untuk cuci muka atau sekedar melepas penat. Disisi lain, guru juga mengalami hal yang sama. Pembelajaran yang seharusnya membelajarkan justru menjadi “night mare” paling menyeramkan dan menjemuhkan. Kalau demikian adanya, apa yang diharapkan dari pembelajaran tersebut?
Berapapun pergantian kurikulum yang kita jalani, tidak akan memberi dampak yang signifikan bagi kualitas pendidikan. Terlebih lagi jika pembelajaran monoton dan tidak merangsang otak untuk terus mencerna pengetahuan baru yang disuguhkan oleh guru. Pembelajaran dan aktifitas yang ada didalmnya tak ubahnya aktifitas mekanis saja: datang, menjelaskan, siswa mengerjakan dan menilai. Tidak lebih dan kurang.
Salah satu tujuan pendidikan itu adalah membelajarkan anak. Dengan belajar anak memahami fenomena dan pengetahuan baru. Dari situlah kesadarannya mulai tumbuh dan berkembang. Untuk bisa tumbuh dan berkembang secara bagus, siswa membutuhlan lingkungan belajar yang nyaman dan merangsang. Lingkungan yang nyaman dan ramah anak dapat diciptakan dengan banyak jalan. Dan salah satunya melalui penggunaan icebreaker game.
Icebreaker game yang dilaksanakan diawal sebagai leading activities maupun ditengah (saat anak dalam kejemuhan) diyakini memiliki peran yang sama dengan morfin. Kebahagiaan dan keceriaan yang ditimbulkannya memiliki efek yang menyegarkan dan menggairahkan kembali siswa setelah berada dalam tekanan (stress). Terlepasnya siswa dari perasaan tertekan, dan munculnya rasa senang akan mendorong produksi hormone kebahagiaan yang sangat melimpah. Dr. Haruyama (The Miracle of Endorphin, Maret 2013) mengistilahkan senyawa ini sebagai “morfin otak”. Menurutnya, morfin otak adalah hormone yang dihasilkan dalam sel-sel syaraf (dan kalenjer) otak, yang membuat kita merasa senang dalam pengertian luas,.
Jika hormon kebahagiaan ini dilepaskan dalam jumlah yang cukup, efeknya tidak hanya sampai pada otak, tetapi sampai keseluruh tubuh, dan semua berguna. Dari sinilah kita kembali berharap siswa dapat kembali belajar dengan nyaman.
Ada banyak games yang bisa gunakan dalam merangsang munculnya hormone kebahagiaan dalam pembelajaran kita. Diantaranya icebreaker yang banyak ditemukan di took buku maupun online. Untuk guru Bahasa Inggris, kita bisa menggunakan icebreaker games karya Andrew Wright ( Games for Language Learnning, Cambridge Press, 2006). Kita bisa memodifikasi untuk kelas dan situasi yang kita hadapi, selamat mencoba dan selamat menghasilkan morfin pembelajaran yang sebanyak-banyaknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s