Catatan Pendidikan

Catatan Pendidikan
WAKTU ADALAH KARYA

“KEHIDUPAN adalah papan catur, dan lawan mainmu adalah waktu.” Itulah ucapan yang pernah dilontarkan Napoleon Hill (1883-1970), edukator dan pengarang Amerika. Kata-kata mutiara Napoleon Hill ini penting direnungkan untuk keperluan lebih besar: menjadikan institusi-institusi pendidikan kawah candradimuka lahirnya karya-karya. Sekolah maupun universitas kini tak mungkin lagi dimengerti secara sempit semata sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan dari guru atau dosen kepada murid atau mahasiswa. Sudah saatnya bagi sekolah dan universitas diperlakukan sebagai center of excellence lahirnya karya-karya.

Memang, tak ada jalan pintas mengubah keadaan agar sekolah maupun universitas berfungsi penuh sebagai pusat lahirnya karya-karya. Sekolah dan atau universitas dituntut mampu memasuki etape-etape baru perubahan. Proses-proses edukasi mutlak disertai pergeseran orientasi. Murid atau mahasiswa tak mungkin lagi disudutkan semena-mena sebagai obyek penerima transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan. Justru, mereka distimuli mengerahkan talenta-talenta terbaiknya agar aktif melahirkan karya-karya.

Merujuk pada apa yang dikemukakan Napoleon Hill, kemampuan melahirkan karya-karya ditentukan oleh beberapa faktor. Pertama, karya-karya lahir sebagai akibat logis dari kuatnya kehendak menjadi yang terbaik. Dalam ilustrasi permainan catur, mereka yang keluar sebagai pemenang adalah kreator terbaik yang meracik berbagai macam kombinasi permainan. Kecerdasan dan keindahan berjalin kelindan satu sama lain. Kemenangan merupakan resultante dari kehendak untuk memberikan yang terbaik.

Kedua, lawan yang dikalahkan bukan siapa-siapa, tapi waktu yang dispersonal. Lawan yang dikalahkan sosok imajiner, bukan personalitas yang teridentifikasi sebagai manusia. Lawan dalam pengertiannya yang hakiki adalah waktu. Kompetisi atau persaingan tak dimaksudkan untuk menundukkan orang lain, tapi bagaimana menundukkan waktu. Sang waktu adalah lawan yang mutlak ditundukkan.

Jika diusung ke dunia pendidikan, kata-kata motivasional Napoleon Hill itu potensial memunculkan hal-hal baru yang positif. Kita tahu, hingga kini sekolah dan universitas tak sepenuhnya berhasil mereduksi dampak buruk kesadaran palsu tentang relasi manusia yang diaksiomakan sebagai kompetisi. Dalam konteks pencapaian prestasi akademis, sekolah dan universitas justru memperhadapkan seorang manusia dengan manusia lain berdasarkan logika persaingan. Sebagai akibatnya, “orang lain” dalam arena pertarungan akademis dipersepsi secara absolut sebagai kompetitor atau lawan yang musti ditundukkan. Dunia pendidikan pun abai terhadap makna penting kemampuan personal setiap manusia mengendalikan waktu dan bergumul menundukkan waktu.

Tatkala pendidikan terseret jauh memosisikan setiap orang sebagai lawan sengit bagi orang lain, maka hal-hal substansial secara personal benar-benar terabaikan.

Bagaimana pun, setiap pribadi manusia merupakan medan pertarungan antara kebaikan dan keburukan, antara vitalitas dan kemalasan, antara kreativitas dan kejumudan, antara inovasi dan kemandegan, antara dinamika dan statika. Artinya, setiap pribadi manusia tidak berkompetisi dengan manusia lain, tidak bertarung dengan siapa-siapa. Setiap manusia justru bertarung melawan dirinya sendiri. Dalam kompleksitas pertarungan melawan diri sendiri itu, setiap manusia berada dalam satu situasi memenangkan kebaikan, vitalitas, kreativitas, inovasi dan dinamika yang memang bersemayam dalam dirinya.

Agar keluar sebagai “pemenang”, maka hayat manusia bergerak dari satu momentum kebermaknaan menuju momentum kebermaknaan yang lain. Meminjam istilah Steve Jobs (1955-2011), itulah yang ditengarai sebagai “connecting the dots”, merajut hubungan titik demi titik menjadi garis membentang. Demikianlah, “waktu adalah karya”.

Pada pelataran abad XXI kini, dunia pendidikan dituntut mampu menciptakan atmosfer edukatif, bahwa waktu adalah karya, melalui tegaknya kesadaran: lawan setiap manusia hanyalah waktu.[](By:anwari wmk)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s