MENJADI GURU DENGAN GROWTH MINDSET

Pembahasan tentang fixed mindset pada tulisan pertama, memberi kita gambaran singkat tentang pemikiran-pemikiran yang tersandera oleh anggapan dan kepercayaan salah yang kita yakini. Pemikiran tersebutlah yang menjadikan kita terkungkung pada zona nyaman.Tidak mau bergerak dan senang jalan di tempat.
Ada sebuah cerita* menarik tentang nelayan Jepang. Konsumsi ikan yang terus naik, menyebabkan nelayan semakin berlayar menjauh dari pantai. Waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke pantai dan menjual tangkapannya semakin panjang. Bukan lagi hitungan jam, namun berubah menjadi hari. Nelayan tersebut menghadapi masalah dengan tingkat kesegaran hasil tangkapannya. Sebagai makanan yang dihidangkan secara mentah, faktor kesegaran menjadi nilai utama harga sebuah ikan. Dia mulai memutar otak untuk menjaga kesegaran hasil tangkapannya. Dimulailah dengan menaruh es di bak penampungan. Cara ini cukup efektif menjaga kesegaran sang ikan. Namun, selepas 2 hari ikan mengalami pembusukan.

GrowthMindsetFocus_TT1
Dia tidak putus asa, kemudian membuat kolam kecil di perahu. Ikan-ikan yang ditangkap langsung dimasukkan ke dalam bak penampung berisi air tersebut. Terlihat ikan berlari kesana-kemari. Berbunga-bungalah hatinya. Dia mulai yakin bahwa cara tersebut efektif untuk menjaga kesegarannya. Apa lacur, setelah beberapa jam, ikan tangkapannya terlihat lunglai dan tidak bersemangat. Sang nelayan paham, jikalau ikan-ikan tersebut menemukan ruang yang tidak sama dengan habitat awalnya: lautan luas. Tempat yang memudahkan ikan-ikan bergerak dan bermigrasi ke daerah lain.
Lagi, nelayan itu tidak putus asa. Dia menemukan cara baru. Ikan hiu seukuran tangan ditaruhnya di kolam penampungan ikan. Dan hasilnya, ikan -ikan terus bergerak menghindar dari sergapan predator tersebut. Berhari-hari sang ikan harus bergerak kesana kemari untuk menyelamatkan dirinya. Sesampainya di daratan, ikan masih terlihat segar, karenanya memiki harga jual yang tinggi. Pelajaran yang mungkin kita bisa petik dari sang nelayan adalah: teruslah bergerak, dengan bergerak maka sejatinya kita melakukan perubahan.
Bergerak dan terus bergerak menjadi kata kunci. Bergerak memungkinkan kita melompat dan berlari menjauh dari kenyamanan. Guru yang selalu bergerak adalah sosok yang selalu berubah dari satu proses ke proses selanjutnya. Guru yang selalu memperbaiki diri dengan kompetensi yang dimiliki maupun yang akan dikembangkannya. Kalau sekarang di menggunakan suatu metode/strategi pembelajaran A, maka dia berupaya menguasai B dan seterusnya.
Growth Mindset mendorong seorang guru untuk terus berkembang. Mereka melihat kemampuan sebagai sesuatu yang bisa dikembangkan dan dilatih. Sebagaimana Ade Rai melatih otot-ototnya menjadi binaragawan kelas dunia. Guru yang memiliki Growth mindset terus bereksperimen dan tertantang pada hal-hal baru. Lihatlah ikan-ikan sang nelayan tadi. Hiu telah menjadi pendorongnya untuk bergerak, hingga badan dan kesegarannya tumbuh dan berharga mahal. Gurupun demikian, dengan terus mencoba hal-hal baru, mereka sejatinya telah melakukan perubahan dan peningkatan kualitas diri. Meski kadang proses yang dijalaninya penuh kegagalan dan hambatan. Disitulah tempaan kompetensi dan kualitas diri menemukan muaranya.
Kita, tidak mungkin lepas dari kekeliruan dan kesalahan. Kadangkala, kritikan menunjukkan pada diri kita dimana letak keduanya (kekeliruan dan kesalahan). Alangkah eloknya jika setiap masukan, kritik, feed back tidak kita jadikan beban. Dengan menjadikannya beban, sama halnya kita merendahkan diri. Masuk dalam kubang keputusasaan dan ketidakpercayaan diri. Selamat berproses menuju guru dengan growth mindset.

*: Jamil Azzaini_Saga University@2012
credit pic:www.shenzhenstuff.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s