Celoteh Malam

Celoteh Malam

Senseiku yang asli Amerika itu bilang, jika di Amrik sono, kepandaian istri memasak di rumah bisa menjadi nilai tersendiri dimata perusahaan (bos). Kok bisa sih sensei? Ya bisa dong, karena ianya bisa menjadi salah satu pendorong karier sang suami di perusahaan. Terutama saat bos diundang makan malam dan terpesona oleh masakan istri. Itu pertanda baik baginya. Ingat,selalu ada istri-istri yang hebat di balik suami yang hebat bukan?Beruntunglah kita yang memiliki istri jago masak. Karier kita akan maknyus,se maknyus masakan istri.

Lalu dia membandingkan yang dialaminya di Jepang. Menurutnya,selama 27 tahun hidup di Jepang,orang Jepang tidak “PD” mengundang bosnya datang ke rumah dan makan malam bersama. Dia lebih nyaman mengundangnya di restoran. “”Rumah saya terlalu jelek, istri saya tidak pandai memasak”, adalah sedikit alasan yang biasa disampaikan saat diminta mengundang makan bersama di rumah. Banyak pesta di helat,tidak di rumah tetapi di bar dan cafe.

Pun juga,sulit menemukan orang Jepang yang mengundang atau sudi didatangani untuk sekedar ngobrol sebagaimana kita di tanah air. Dulu,saat pertama kali datang, saya berharap diajak mampir ke rumah tutorku, atau,paling tidak diundang untuk minum teh bersama. Lama di tunggu,undangan itu tak juga kunjung datang. Akhirnya keinginan itu pudar bersama melelehnya salju saat mentari datang.

Saya baru ngeh,jika rumah di Jepang tidak memiliki ruang tamu sebagaimana kita di tanah air. Karenanya mereka tidak mengenal jagongan atau silaturahmi di rumah.Pantesan juga banyak penduduk Jepang yang frustasi dan bunuh diri. Karena tidak ada tetangga yang bisa diajak ngopi bareng atau main domino.

Hidup di apartemenpun juga sama. Bahkan kamar gandeng-deng pun tidak saling kenal. Sudah hampir setengah tahun hidup berdampingan – yang kanan dari negeri gangnam dan yang kiri dari negeri tirai bambu-baru kemaren bertatap muka. Hanya tersenyum dan masuk kamar lagi.Betapa sempitnya dunia ini,hidup dalam kotak dan terasing. Berteman laptop dan internet.
Untungnya masih ada teman-teman Indonesia yang selalu berbagi senyum dan kedamaian.

Untuk soal undang mengundang beginian,Indonesia memang jagonya. Bahkan orang yang mau kerja,ke pasar,olahraga atau ke sawah sekalipun masih sempat-sempatnya kita undang singgah saat mereka melintas di depan rumah. Jangan tanya soal ruang tamu rumahnya,bahkan ada yang separuh bangunan rumahnya dijadikan ruang tamu.

Saat saya ceritakan kebiasaan ini pada seorang teman dari UK. Sontak dia heran dan tak percaya. “Poor me!!! how come!!! komattana?Menurutnya, di Inggris, apa yg biasa kita lakukan itu dianggap kurang sopan. Karena berlawanan dengan tujuan mereka pergi. Ah,itu kan UK,,,,Indonesia justru sebaliknya!!!. Bertemu beda budaya kadang juga membuka spektrum baru ya?

Ah,jadi rindu tanah air. Rindu ngobrol bersama keluarga di rumah . Rindu cangkruan bareng tetangga. Rindu kenduri, rindu yasinan dan rindu serindu-rindunya.

Bagiku Indonesia tetaplah indah ditengah kerumitan dan keanehannya. Dangerously beautiful lah. Biarlah mereka saling pesimis, ijinkan aku tetap optimis.Biarlah mereka saling menjelek-jelekkan negeriku,aku akan tetap mencintainya sepenuh hati. Karena hanya dengan cinta itulah negara kita bisa kembali jaya.Karena hanya dengan optimislah kita kembali tampil percaya diri menunjukkan kehebatan sejati kita. Yang selama ini kita sembunyikan.

Memiliki banyak kolega dari belahan dunia lainnya memang sesuatu banget. Membuat kita semakin cerdas dan lugas memandang perbedaan. Hidup indah yang saya miliki dan nikmati saat ini. Thank Al Mighty!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s