MENJADI GURU POSITIF

Ayo Menjadi Guru Positif

Seorang kawan pernah mengajukan sebuah pertanyaan singkat. Begini pertanyaannya: apa yang biasa dilakukan seorang guru sesaat setelah memasuki kelas?. Jawabannya bisa bermacam-macam tentunya. Berdasarkan pengalaman yang saya pernah lakukan dan temui, paling tidak ada 3 jenis guru sebagaimana dimaksud di pertanyaan diatas. Dalam prakteknya mungkin bisa lebih. Tipe Pertama, saya menamakannya guru to the point. Maksudnya, seorang guru yang langsung tancap gas begitu memasuki kelas. Meminta siswa membuka halaman tertentu dan mengerjakannya.Atau menyuruh siswa maju ke depan menyelesaikan beberapa soal yang diberinya.Tidak banyak cakap pun juga tidak banyak aktifitas yang dilakukan di awal pertemuannya. Wajahnya banyak cemberut dan pasang tampang garang. Membuat kesan jika dia sosok guru yang patut disegani dan dipatuhi semua titahnya. Banyak siswa menjadi stress dan takut mengikuti kelasnya.
Tipe kedua,Guru model KTSP. Maksudnya guru Kasih Tugas Setelahnya Pergi.Ini tipe guru yang biasanya memiliki jam terbang sangat tinggi. Sebagai bendahara sekolah yang banyak waktunya dihabiskan membuat laporan BOS.Ataupun pejabat-pejabat sekolah lainnya yang karena ini dan itu tidak sempat ngajar pada saat tertentu. Namun ada juga guru yang sok sibuk. Melakukan kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan sekolah.Misalnya, memperbaiki mesin motornya yang rusak,keasyikan ngobrol di ruang guru hingga lupa jam mengajar dan atau kegiatan remeh temeh lainnya. Karena begitu banyaknya tugas yang diberikan,kadang tidak sempat melakukan koreksi. Bahkan banyak diantaranya yang lupa untuk di kembalikan pada siswa. Dalam kondisi tertentu,banyak siswa menyukai tipe guru ke 2 (dua) ini karena mereka tidak banyak dituntut untuk belajar.
Tipe ke tiga adalah guru kreatif. Seorang guru yang memiliki caranya sendiri untuk datang dan memulai pembelajaran. Senyumnya mengembang kemana-mana. Wajahnya selalu ceria-meski tagihan bank membebani pikirannya. Selalu optimis dan humoris. Dia paham sekali bahwa mengawali pembelajaran pada murid hampir sama dengan melakukan suatu kegiatan olahraga. Harus ada stretching dan warming up dulu. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Semacam stress atau gangguan belajar lainnya. Kehadirannya banyak dirindukan siswa. Dari ketiga gambaran sederhana guru diatas, saya tertarik untuk membahas tipe yang ke 3 (tiga).
IT’S NOT ABOUT YOU, IT’S ABOUT THE PERSON IN FRONT OF YOU!! Ujar Matthew Ferry. Dia adalah seorang motivator dan pakar penjualan yang sangat sukses. Menurutnya,sudah merupakan tabiat manusia menyukai sesuatu yang sama dengannya.Dia mengibaratkannya sebuah suku yang terdiri atas kumpulan manusia yang nyaris sama. Bagaimana mereka berbicara,berjalan dan melakukan segala sesuatunya secara mirip.Saat seseorang dari suatu suku lain ingin berinteraksi dengannya, maka ada perasaan tidak nyaman. Hal ini didorong karena pola komunikasi yang dirasa berbeda dan tidak sama dengan apa yang sesungguhnya mereka mau.
Meski tidak sepenuhnya sama dengan penggambaran diatas,namun esensinya bisa memberi gambaran yang lebih jelas bagaimana memulai sebuah interaksi dengan seseorang/murid yang dalam banyak hal berbeda dengan kita (preferensi,emosi,dll).Interaksi atau bangunan komunikasi diawal pembelajaran ini menjadi sangat penting. Ianya akan mempengaruhi seluruh kegiatan yang kita rencakan saat itu.Sukses tidaknya pembelajaran itu salah satunya tergantung bagaimana kita memulainya. Memulainya dengan memunculkan masalah baru-sebagaimana tipe1 dan 2 atau memulainya dengan mencoba memecahkan masalah baru.
Kemampuan mengorkestrasi seluruh potensi dan komunikasi diawal pembelajaran itu saya padankan dengan Rapport. Rapport disini bisa diterjemahakan sebagai sebuah pola hubungan yang harmonis antara pendidik dengan peserta didiknya.Phillip Hayes (NLP for the Quantum Change (2006) mengatakan bahwa penciptakan dan pembangunan hubungan positif (building rapport) berpengaruh sangat besar dalam kegiatan yang akan dilaksanakan.
Dan salah satu bagian penting dari building rapport adalah munculnya pengakuan (Recognition).Cara paling sederhana yang bisa digunakan untuk memunculkan pengakuan adalah melalui proses tune in atau calibrate.Ini adalah proses menyelarasakan diri antara pendidik dengan peserta didik.Kegiatan ini juga dikenal dengan menyamakan frekuensi. Dalam pembelajarn,proses ini diharapkan bermuara pada lahirnya mental positif siswa.
Di salah satu bagian sel otak terdapat sebuah “alat” bernama “Mirror Neuron”. Alat ini berfungsi untuk meniru segala sesuatu yang dilihat tanpa disadarinya.Dari sini kita semakin ngeh,jika awal masuk kelas memiliki peran yang sangat signifikan dalam mensukseskan pembelajaran kita,bukan?. Pertanyaan selanjutnya adalah :apa yang kita sepatutnya lakukan untuk memaksimalkan kerja syaraf peniru ini?
Pertama,awali masuk kelas dengan wajah ceria, senyum mengembang,penuh semangat. Tunjukkan bahwa kita benar-benar bahagia dan bersemangat untuk memulai hari itu di kelas .Tanpa disadari oleh peserta didik sesungguhnya kita telah memengaruhi pikiran dan emosi mereka. Tanpa disadarinya pula kita telah membawa kondisi mereka seperti yang kita inginkan:ceriah,semangat dan bahagia.Anda juga bisa membuat pekik semangat sendiri. Contohnya: Bahasa Inggris Mengasyikkan,sambil menggenggam dan mengangkat tangan keatas. Atau disesuaikan dengan kondisi kelasnya. Saya misalnya,selalu memekikan kata-kata berikut berulang-ulang dan kemudian diikuti oleh siswa:”Kami disini untuk Bersenang-senang”.
Bukan tanpa sebab saya menggunakan pekik semacam ini. Mengingat Bahasa Inggris dipandang sebagai salah satu pelajaran yang paling “menakutkan” bagi siswa. Dengan memekikkan kalimat tersebut berulang-ulang,saya ingin mengubah state of mind siswa untuk berubah. Tidak lagi memandangnya sebagai ancaman dan hantu. Memandangnya sebagai suatu kegembiraan. Proses ini akan berhasil jika dibarengi dengan pembelajaran yang kreatif. Melibatkan semua potensi siswa dan beragam pendekatan.Pembelajaran Bahasa Inggris banyak yang membosankan karena salah satunya diakibatkan oleh pendekatan cenderung monoton. Banyak diisi kegiatan translasi dan hafalan kata-kata baru (grammar translation) belaka.Dengan kata lain siswa tidak memiliki ruang yang sangat luas untuk menggunakan dalam konteks komunikasi yang sebenarnya. Dengan kata lain,banyak terfokus pada kegiatan assertif dibanding produktifnya.Kemungkinan-kemungkinan semacam itu mustinya dihindari untuk menghasilkan pembelajaran yang efektif.
Kedua, pengaruhi mood siswa dengan cerita hikmah dan heroic. Salah satu kekuatan penting dalam proses belajar mengajar adalah keterkaitan emosional guru dengan siswa. Sebuah cerita yang kita sampaikan di awal pembelajaran akan memiliki kesan yang mendalam bagi anak didik.Kesan yang mucul dari cerita yang disampaikan juga akan membantu proses pembelajaran dan penyampaian materi selanjutya.Disamping itu,cerita juga mampu mengaktifkan seluruh perasaan yang positif pada sang pemberi cerita (guru).
Adalah David MC Celland – seorang psikolog social – yang tertarik untuk mengetahui kaitan cerita dengan mental positif. Dari hasil penelitiannya, dia mendapati bahwa negara yang memiliki cerita yang menggugah munculnya sikap positif (N-Ach) berpengaruh sangat besar terhadap kemajuan bangsanya kelak dikemudian hari.
Ketiga, Gunakan permainan singkap.Permainan ini selayaknya disesuaikan dengan materi atau digunakan untuk pengayaan. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris,misalnya, anda bisa menggunakan banyak permainan (icebreaker game dan sejenisnya) untuk memulai aktifitas pembelajaran. Berikut adalah buku yang saya referensikan untuk pembelajaran aktifitas tersebut: Five Minutes Activities-Resource book of short activities (Cambridge) atau Vocabulary Games for teacher (Penguin).Atau bisa menggunakan berbagai aktifitas lainnya dan salah satunya yang terdapat di buku 3-Minute Motivators milik Kathy Paterson(Grassindo,2010). Selamat mencoba dan menjadi guru positif!!!!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s