Celoteh Malam

Celoteh Malam

Senseiku yang asli Amerika itu bilang, jika di Amrik sono, kepandaian istri memasak di rumah bisa menjadi nilai tersendiri dimata perusahaan (bos). Kok bisa sih sensei? Ya bisa dong, karena ianya bisa menjadi salah satu pendorong karier sang suami di perusahaan. Terutama saat bos diundang makan malam dan terpesona oleh masakan istri. Itu pertanda baik baginya. Ingat,selalu ada istri-istri yang hebat di balik suami yang hebat bukan?Beruntunglah kita yang memiliki istri jago masak. Karier kita akan maknyus,se maknyus masakan istri.

Lalu dia membandingkan yang dialaminya di Jepang. Menurutnya,selama 27 tahun hidup di Jepang,orang Jepang tidak “PD” mengundang bosnya datang ke rumah dan makan malam bersama. Dia lebih nyaman mengundangnya di restoran. “”Rumah saya terlalu jelek, istri saya tidak pandai memasak”, adalah sedikit alasan yang biasa disampaikan saat diminta mengundang makan bersama di rumah. Banyak pesta di helat,tidak di rumah tetapi di bar dan cafe.

Pun juga,sulit menemukan orang Jepang yang mengundang atau sudi didatangani untuk sekedar ngobrol sebagaimana kita di tanah air. Dulu,saat pertama kali datang, saya berharap diajak mampir ke rumah tutorku, atau,paling tidak diundang untuk minum teh bersama. Lama di tunggu,undangan itu tak juga kunjung datang. Akhirnya keinginan itu pudar bersama melelehnya salju saat mentari datang.

Saya baru ngeh,jika rumah di Jepang tidak memiliki ruang tamu sebagaimana kita di tanah air. Karenanya mereka tidak mengenal jagongan atau silaturahmi di rumah.Pantesan juga banyak penduduk Jepang yang frustasi dan bunuh diri. Karena tidak ada tetangga yang bisa diajak ngopi bareng atau main domino.

Hidup di apartemenpun juga sama. Bahkan kamar gandeng-deng pun tidak saling kenal. Sudah hampir setengah tahun hidup berdampingan – yang kanan dari negeri gangnam dan yang kiri dari negeri tirai bambu-baru kemaren bertatap muka. Hanya tersenyum dan masuk kamar lagi.Betapa sempitnya dunia ini,hidup dalam kotak dan terasing. Berteman laptop dan internet.
Untungnya masih ada teman-teman Indonesia yang selalu berbagi senyum dan kedamaian.

Untuk soal undang mengundang beginian,Indonesia memang jagonya. Bahkan orang yang mau kerja,ke pasar,olahraga atau ke sawah sekalipun masih sempat-sempatnya kita undang singgah saat mereka melintas di depan rumah. Jangan tanya soal ruang tamu rumahnya,bahkan ada yang separuh bangunan rumahnya dijadikan ruang tamu.

Saat saya ceritakan kebiasaan ini pada seorang teman dari UK. Sontak dia heran dan tak percaya. “Poor me!!! how come!!! komattana?Menurutnya, di Inggris, apa yg biasa kita lakukan itu dianggap kurang sopan. Karena berlawanan dengan tujuan mereka pergi. Ah,itu kan UK,,,,Indonesia justru sebaliknya!!!. Bertemu beda budaya kadang juga membuka spektrum baru ya?

Ah,jadi rindu tanah air. Rindu ngobrol bersama keluarga di rumah . Rindu cangkruan bareng tetangga. Rindu kenduri, rindu yasinan dan rindu serindu-rindunya.

Bagiku Indonesia tetaplah indah ditengah kerumitan dan keanehannya. Dangerously beautiful lah. Biarlah mereka saling pesimis, ijinkan aku tetap optimis.Biarlah mereka saling menjelek-jelekkan negeriku,aku akan tetap mencintainya sepenuh hati. Karena hanya dengan cinta itulah negara kita bisa kembali jaya.Karena hanya dengan optimislah kita kembali tampil percaya diri menunjukkan kehebatan sejati kita. Yang selama ini kita sembunyikan.

Memiliki banyak kolega dari belahan dunia lainnya memang sesuatu banget. Membuat kita semakin cerdas dan lugas memandang perbedaan. Hidup indah yang saya miliki dan nikmati saat ini. Thank Al Mighty!!!!!!!

Taksonomi Bloom : Mengembangkan Strategi Berpikir Berbasis

Taksonomi Bloom : Mengembangkan Strategi Berpikir Berbasis TIK
Submitted by admin on October 11, 2009 – 1:39 pm30 Comments | 21,193
Kajian Teori

Taksonomi berasal dari bahasa Yunani tassein berarti untuk mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi berarti klasifikasi berhirarkhi dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian- sampai pada kemampuan berpikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi (http://en.wikipedia.org/wiki/Bloom%27s_Taxonomy).

Konsep Taksonomi Bloom dikembangkan pada tahun 1956 oleh Benjamin Bloom, seorang psikolog bidang pendidikan. Konsep ini mengklasifikasikan tujuan pendidikan dalam tiga ranah, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Ranah kognitif meliputi fungsi memproses informasi, pengetahuan dan keahlian mentalitas. Ranah afektif meliputi fungsi yang berkaitan dengan sikap dan perasaan. Sedangkan ranah psikomotorik berkaitan dengan fungsi manipulatif dan kemampuan fisik.

Ranah kognitif menggolongkan dan mengurutkan keahlian berpikir yang menggambarkan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir mengekspresikan tahap-tahap kemampuan yang harus siswa kuasai sehingga dapat menunjukan kemampuan mengolah pikirannya sehingga mampu mengaplikasikan teori ke dalam perbuatan. Mengubah teori ke dalam keterampilan terbaiknya sehinggi dapat menghasilkan sesuatu yang baru sebagai produk inovasi pikirannya. Untuk lebih mudah memahami taksonomi bloom, maka dapat dideskripsikan dalam dua pernyataan di bawah ini:

Memahami sebuah konsep berarti dapat mengingat informasi atau ilmu mengenai konsep itu.
Seseorang tidak akan mampu mengaplikasikan ilmu dan konsep jika tanpa terlebih dahulu memahami isinya
Konsep tersebut mengalami perbaikan seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman serta teknologi. Salah seorang murid Bloom yang bernama Lorin Anderson merevisi taksonomi Bloom pada tahun 1990. Hasil perbaikannya dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Dalam revisi ini ada perubahan kata kunci, pada kategori dari kata benda menjadi kata kerja. Masing-masing kategori masih diurutkan secara hirarkis, dari urutan terendah ke yang lebih tinggi. Pada ranah kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis diintegrasikan menjadi analisis saja. Dari jumlah enam kategori pada konsep terdahulu tidak berubah jumlahnya karena Lorin memasukan kategori baru yaitu creating yang sebelumnya tidak ada.

Gambar 1. Diagram Taksonomi Bloom

Setiap kategori dalam Revisi Taksonomi Bloom terdiri dari subkategori yang memiliki kata kunci berupa kata yang berasosiasi dengan kategori tersebut. Kata-kata kunci itu seperti terurai di bawah ini

Mengingat : mengurutkan, menjelaskan, mengidentifikasi, menamai, menempatkan, mengulangi , menemukan kembali dsb.
Memahami : menafsirkan, meringkas, mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan, mebeberkan dsb.
Menerapkan : melaksanakan, menggunakan, menjalankan, melakukan, mempraktekan, memilih, menyusun, memulai, menyelesaikan, mendeteksi dsb
Menganalisis : menguraikan, membandingkan, mengorganisir, menyusun ulang, mengubah struktur, mengkerangkakan, menyusun outline, mengintegrasikan, membedakan, menyamakan, membandingkan, mengintegrasikan dsb.
Mengevaluasi : menyusun hipotesi, mengkritik, memprediksi, menilai, menguji, mebenarkan, menyalahkan, dsb.
Berkreasi : merancang, membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan, membaharui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah, menggubah dsb.
Dalam berbagai aspek dan setelah melalui revisi, taksonomi Bloom tetap menggambarkan suatu proses pembelajaran, cara kita memproses suatu informasi sehingga dapat dimanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa prinsip didalamnya adalah :

Sebelum kita memahami sebuah konsep maka kita harus mengingatnya terlebih dahulu
Sebelum kita menerapkan maka kita harus memahaminya terlebih dahulu
Sebelum kita mengevaluasi dampaknya maka kita harus mengukur atau menilai
Sebelum kita berkreasi sesuatu maka kita harus mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis dan mengevaluasi, serta memperbaharui
Pentahapan berpikir seperti itu bisa jadi mendapat sanggahan dari sebagian orang. Alasannya, dalam beberapa jenis kegiatan, tidak semua tahap seperti itu diperlukan. Contohnya dalam menciptakan sesuatu tidak harus melalui penatahapan itu. Hal itu kembali pada kreativitas individu. Proses pembelajaran dapat dimulai dari tahap mana saja. Namun, model pentahapan itu sebenarnya melekat pada setiap proses pembelajaran secara terintegrasi.

Sebagian orang juga menyanggah pembagian pentahapan berpikir seperti itu karena dalam kenyataannya siswa seharusnya berpikir secara holistik. Ketika kemampuan itu dipisah-pisah maka siswa dapat kehilangan kemampuannya untuk menyatukan kembali komponen-komponen yang sudah terpisah. Model penciptaaan suatu produk baru atau menyelesaian suatu proyek tertentu lebih baik dalam memberikan tantangan terpadu yang mendorong siswa untuk berpikir secara kritis.

Psikomotorik

Paradigma di masa lalu menjujung tinggi penguasan teoritis, kini menjujung tinggi nilai-nilai pragmatis. Keberhasilan belajar tidak hanya diukur dengan seberapa banyak materi yang dapat siswa kuasai, namun perlu dilanjutkan dengan seberapa terampil siswa menerapkan teori yang dikuasainya. Terampil menerapkan teori menjadi karya menjadi target utama belajar masa kini.

Domain psikomotorik berbeda dengan menerapkan dalam domain kognitif. Dalam pengembangan kognitif menyangkut pengembangan kemampuan berpikir, sedangkan dalam domain psikomotor menurut Simpson, 1972, menyangkut keterampilan gerakan dan kordinasi secara fisik dalam menggunakan keterampilan fisik. Ukuran pengembangan keterampilan fisik adalah kecepatan, ketepatan, jarak, prosedur, atau teknik pelaksanaan. Tingkat penguasaan keterampilan terbagi dalam tujuh kategori, yaitu

Mempersepsikan, yaitu keterampilan menggunakan berbagai isyarat sensor untuk melakukan aktivitas motorik seperti keterampilan menerjemahkan isyarat indra. Kata kunci yang digunakan dalam keterampilan ini ialah memilih, menggambarkan, mendetiksi, membedakan, mengidentifikasi, mengisolasi, dan menghubungkan.
Menyiapkan; meningkatkan kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan suatu tindakan. Kata kunci yang digunakan dalam keteramilan ini ailah; memulai, menyajikan, menerangkan, bergerak, menghasilkan, berkreasi, dan menyatakan.
Menanggapi respon; tahap awal dalam keterampilan belajar yang kompleks adalah keterampilan meniru dan trial and error. Ketepatannya ditentukan latihan. Kata kunci yang digunakan adalah meng-copy, mengikuti jejak, memperbanyak, merespon, dan bereaksi.
Mekanis, adalah tahap peralihan dalam belajar melalui pengembangan kebiasaan dan melakukan gerakan yang didukung dengan keyakinan dan rasa percaya diri. Kata kunci yang digunakan adalah merakit, mengkalibarasi, menbangun konstruksi, membongkar, menampilkan, mengikat, memperbaiki, memanaskan, memanipulasi,mengukur, mencampur, mengorganisasikan, memubuat sketsa.
Mengembangkan respon yang kompleks. Keterampilan direfleksikan dalam gerak yang kompleks. Kemahiran ditunjukkan dengan kinerja yang cepat, akurat, sangat terkoordinasi, dan menggunakan energi minimal. Kategori ini termasuk melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu, dan aksi otomatis. Contoh dalam bermain sepakbola yang menggunakan kata kunci; bertindak cepat, akurat, terkoordinasi.
Adaptasi: Keterampilan yang dikembangkan dengan baik secara individu dapat memodifikasi pola pergerakan sesuai persyaratan khusus. Kata kunci yang digunakan menyesuaikan, menggubah, mengubah, menata kembali, mereorganisasi, merevisi, memvariasikan.
Orisinalitas; membuat gerakan baru sehingga sesuai dengan keadaan tertentu. Pembelajaran menekankan pada pengembangan kreativitas yang berlandaskan keterampilan tinggi. Kata kunci yang digunakan adalah menyusun, membangun, menggabungkan, mengarang, mengkonstruksi, menciptakan, mendesain, memulai, dan membuat.
Untuk mengukur kompetensi siswa dalam ranah psikomotor dapat menggunakan format acuan penilai seperti di bawah ini.

Implementasi Berbasis TIK

Mengimplementasikan TIK dalam belajar bisa dilihat dari domain kognitif maupun psikomotor.D bawah ini terdapat sejumlah batasan pada setiap level berpikir yang akan mendasari sistem pengelolaan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Creating Merumuskan ide baru, produk, atau cara memandang sesuatu.
Evaluating Menetapkan keputusan dari hasil penilaian atau penghitungan atau melalui beberapa tahap pengujian
Analysing Mengurai informasi ke dalam bagian lebih rinci, terkait satu dengan yang lain dan dapat dipahami.
Applying Menerapkan informasi pada siatuasi yang berbeda
Understanding Menjelaskan ide atau konsep
Remembering Mengingat kembali informasi
Mengingat (Remembering)

No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK Software/fasilitas pendukung Produk
1 Menamai file Word, Excell, power point Memberikan kode pada penamaan file
2 Meringkas materi kedalam bentuk bullet pointing Power point, word, Membuat bullet, pointing, colouring mengenai informasi penting
3 Mengidentifikasi web dan nara sumber yang mendukung materi pelajaran Mozilla firefox, internet explorer Membookmarking/ favouriting web atau nara sumber terkait
4 Menceritakan kembali topik diskusi yang ada di situs jejaring sosial Facebook, twitter Mendaftar sebagai anggota di situs jejaring sosial, situs dagang
5 Menjelaskan ulang informasi dari internet Search engine : goolgle, yahoo, msn Melakukan pencarian data melalui search engine (googling)
Memahami (Understanding)

No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK Software/fasilitas pendukung Produk
1 Mengutarakan pendapat atas sebuah berita yang dimuat secara online kompas.com; detik.com; Memberikan komentar singkat dan catatan pada artikel di web
2 Membedakan berbagai dokumen yang dimiliki berdasarkan mata pelajaran Word, excel, powerpoint, Mengklasifikasikan file, website dan bahan ke dalam folder
3 Mendiskusikan topik pelajaran tertentu Forum di internet (www.forumsains.com, /www.indoforum.org, /forum.detik.com) Menyampaikan opini dalam forum internet
4 Menjelaskan ulang materi pelajaran ke dalam blog wordpress.com, blogspot.com, multiply.com Laporan berupa catatan dan tugas harian dalam blog
5 Menerjemahkan materi pelajaran berbahasa asing dari internet Internet, google translate, translation2.paralink.com Materi pelajaran dalam dua bahasa
Mengaplikasikan (Application)

No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK Software/fasilitas pendukung Produk
1 Menguji pemahaman materi pelajaran melalui e-learning Program e-learning Menjalankan sebuah program
2 Mengilustrasikan proses biologi dalam bentuk flow chart Microsoft office vissio, Power point, word Mengaplikasikan beberapa program
3 Mengaplikasikan program excel untuk penyelesaian soal MIPA Excel Memodifikasi aplikasi program
4 Menguji kemampuan daya nalar Web games online; games.co.id, sudoku Memainkan sebuah games online berbasis pendidikan
5 Menyusun fakta-fakta sejarah menjadi sebuah kliping / catatan sejarah online Web, buku sejarah, google, ziddu.com, rapidshare Mengupload materi /informasi ke dalam sebuah web
Menganalisis (Analysing)

No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK Software/fasilitas pendukung Produk
1 Mengintegrasikan data, tabel, grafik dan flow chart ke dalam sebuah artikel Word, excel, visio, blog/web Mengintergrasikan beberapa sumber data ke dalam satu web/blog
2 Menghubungkan topik mata pelajaran yang dipelajari dengan informasi terupdate saat ini Google, yahoo dan search engine lainnya Menetapkan link web yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari
3 Menguraikan biografi tentang tokoh sains terkemuka Google, yahoo, wikipedia Biografi tokoh sains
4 Mereview dan menilai informasi hasil browsing Google, yahoo Memvalidasi ketelitian dan kebenaran data yang berasal dari web
5 Mengorganisir data yang dimiliki sesuai dengan mata pelajaran dan jenis file Web, blog, pdf, mp2, word, excel Mengorganisir data online
Mengevaluasi (Evaluating)

No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK Software/fasilitas pendukung Produk
1 Merekomendasikan web/sumber online sebagai bahan belajar Google, yahoo, web, blog Daftar dan link web yang direkomendasi
2 Mengkritisi sebuah topik yang sedang dibahas Forum diskusi online Mengomentari topic tertentu pada forum diskusi
3 Menilai kelayakan suatu karya untuk ditampilkan ke publik Forum online sekolah, Memoderatori sebuah forum diskusi
4 Memantau kemajuan kolaborasi Web/blog/forum Membangun kolaborasi dan jaringan di situs social
5 Menghitung efisiensi kerja sebuah aplikasi program Excel, e-learning Menguji prosedur kerja sebuah aplikasi program
Menciptakan (creating)

No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK Software/fasilitas pendukung Produk
1 Menciptakan aplikasi program sederhana Power point, excel Mengembangkan kreasi dengan power point, Mengembangkan kreasi kreasi dengan excel
2 Menciptakan aplikasi multimedia sederhana Adobe photoshop Mengembangkan animasi sederhana untuk alat peraga belajar
3 Medesain tampilan blog/website pribadi Webhosting gratis (www.rumahweb.com, http://www.000webhost.com, http://www.webs.com ); blog wordpress, blogspot Website / blog pribadi
4 Berkolaborasi menghasilkan suatu karya untuk dipublikasikan secara online Internet, blog, website Mengembangkan kerja sama mengembangkan karya tulis bersama berbasis jaringan internet.
5 Membuat rekaman kegiatan sekolah/ karya dalam bentuk audio (podcasting) Software atau pemutar mp3, perekam audio, Podcast untuk dipublikasikan secara online
6 Merancang web/blog komersial Web, blog Memiliki toko usaha online
Uraian di atas memberikan gambaran bahwa dalam kosep pendidikan moderen kompetensi siswa dirancang dalam ranah yaitu pengetahuan dan keterampilan.

Hasil belajar siswa berupa kompetensi penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan menerapkan ilmu pengetahuan. Pengetahuan diuji dengan alat ukur berupa soal-soal sebagai perangkat tes dan format acuan penilaian keterampilan dalam melaksanakan kegiatan, dalam proses belajar.

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir
06:38 Artikel, Pendidikan No comments

Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB ) adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan. Terdapat beberapa hal yang terkandung dalam pengertian di atas :

Pertama, Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang ingin dicapai oleh Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal.

Kedua, telaah fakta-fakta sosial atau pengalaman social merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, artinya pengembangan gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, sasaran akhir Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak.

Hakikat Kemampuan Berpikir dalam Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir

Strategi pembelajaran peningkatan berpikir atau SPPKB, merupakan model pembelajaran yang bertumpu pada proses perbaikan dan peningkatan kemampuan berpikir siswa. SPPKB bukan hanya sekedar model pembelajaran yang diarahkan agar peserta didik dapat mengingat dan memahami berbagai data, fakta atau konsep, akan tetapi bagaimana bagaimana data, data, fakta dan konsep tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk melatih kemampuan berpikir siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah.

Karakteristik Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir

Sebagai strategi pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir, SPPKB memiliki tiga karakteristik :
Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan kepada proses mental siswa secara maksimal.SPPKB bukan model pembelajaran yang hanya menuntut siswa sekedar mendengar dan mencatat, tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir;
SPPKB dibangun dalam nuansa dialogis dan proses tanya jawab secara terus menerus. Proses pembelajaran melalui dialog dan tanya jawab itu diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, yang pada gilirannya kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri;
SPPKB adalah model pembelajaran yang menyandarkan kepada dua sisi proses dan hasil belajar.Proses belajar dirahlan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkontruksi pengetahuan atau penguasaan materi pembelajaran baru.

Tahapan-tahapan Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir

SPPKB menekankan kepada keterlibatan siswa secara penuh dalam belajar. Hal ini sesuai dengan hakikat SPPKB yang tidak mengharapkan siswa sebagai obyek belajar yang hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, kemudian mencatat yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran dan mencatat untuk dihafalkan. Ada 6 tahap dalam SPPKB, sebagai berikut :

1. Tahap orientasi
Pada tahap ini guru mengondisikan siswa pada posisi siap untuk melakukan pembelajaran Tahap orientasi dilakukan dengan, pertama penjelasan tujuan yang harus dicapai, baik tujuan yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran, maupun tujuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau kemampuan berpikir yang harus dimiliki oleh siswa. Kedua, penjelasan proses pembelajaran yang harus dilakukan siswa dalam setiap tahapan proses pembelajaran.

2. Tahap Pelacakan
Tahap pelacakan adalah tahapan penjajakan untuk memahami pengalaman dan kemampuan dasar siswa sesuai dengan tema atau pokok persoalan yang akan dibicarakan. Melalui tahapan inilah guru mengembangkan dialog dan tanya jawab untuk mengungkap pengalaman apa saja yang telah dimiliki siswa yang dianggap relevan dengan tema yang akan dikaji. Dengan berbekal pemahaman itulah selanjutnya guru menentukan bagaimana ia harus mengembangkan dialog dan tanya jawab pada tahapan-tahapan selanjutnya.

3. Tahap Konfrontasi
Tahap konfrontasi adalah tahapan penyajian persoalan yang harus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengalaman siswa. Untuk merangsang peningkatan kemampuan siswa pada tahapan ini, guru dapat memberikan persoalan-persoalan yang dilematis yang memerlukan jawaban atau jalan keluar. Persoalan yang diberikan sesuai dengan tema atau topic itu tentu saja persoalan yang sesuai dengan kemampuan dasar atau pengalaman siswa.Pada tahap ini guru harus dapat mengembangkan dialog agar siswa benar-benar memahami persoalan yang harus dipecahkan.

4. Tahap inkuiri
Tahap inkuiri adalah tahapan terpenting dalam Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. Pada tahap inilah siswa belajar berpikir yang sesungguhnya. Melalui tahapan inkuiri siswa diajak untuk memecahkan persoalan yang dihadapi.Oleh sebab itu guru harus memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan gagasan dalam upaya penecahan persoalan.

5. Tahap Akomodasi
Tahap akomodasi adalah tahapan pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan. Pada tahap ini siswa dituntut untuk dapat menemukan kata-kata kunci sesuai dengan topik atau tema pembelajaran. Pada tahap ini melalui dialog guru membimbing agar siswa dapat menyimpulkan apa yang mereka temukan dan mereka pahami sekitar topik yang dipermasalahkan.

6. Tahap Transfer
Tahap transfer adalah tahapan penyajian masalah baru yang sepadan dengan masalah yang disajikan.Tahap transfer dimaksudkan agar agar siswa mampu menstransfer kemampuan berpikir setiap siswa,untuk memecahkan masalah-masalahbaru.Pada tahap ini guru memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan topic pembahasan. Sumber : SuksesBersamaSukarto.blogspot.com

Oke demikian sekilas tentang Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir yang dapat saya bagi lewat blog ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi rekan-rekan pembaca.

(copas dari:http://arditiksmpn1ulaweng.blogspot.jp/2012/08/strategi-pembelajaran-peningkatan.html)

Ketika Pendidikan Berada Di Persimpangan Jalan

Celoteh Malam

Dulu, persoalan rendahnya penganggaran negara selalu dijadikan alasan jeleknya mutu pendidikan. Setelah beberapa tahun terakhir penganggarannya mencapai 20 %, mutu yang ditunggu tak juga kunjung datang.
Dulu, persoalan rendahnya tingkat kesejahteraan dipercaya menyumbang buruknya kinerja para guru.Banyak guru yang “mengompreng” pekerjaan tambahan. Sebagai tukang ojek, bisnis, bahkan pemulung sekalipun.
Akhirnya pemerintah menggulirkan program sertifikasi untuk mengangkat tingkat kesejahteraannya. Harapannya, guru lebih kosentrasi dan menjadi tenaga yang lebih professional. Tidak lagi memikirkan rendahnya gaji dan juga tidak lagi disibukkan oleh aktifitas diluar sekolah yang kadang melupakan tugas utamanya sebagai guru. Tunjangan sebesar satu kali gaji pokok menjadikan profesi guru sebagai salah satu primadona baru diantara pegawai pemerintah. Banyak guru terdongkrak seketika tingkat kesejahteraannya.Yang dulunya ke sekolah naik sepeda ontel,kini bisa mengendarai sepeda motor keluaran terbaru. Banyak juga yang telah berhasil membeli kendaraan beroda 4. Gaji dan tunjangan yang diberikan pemerintah benar-benar meningkatkan kesejahteraannya, an sich. Baca lebih lanjut

12 Ways to Use The Learning Network Blog This School Year

By KATHERINE SCHULTEN

ini linknya

Piotr Redlinski for The New York Times
The pencil bin at Carol’s School Supplies in Fresh Meadows, Queens. Go to related article »
Update | Oct. 22, 2012: We now have a 1-minute-48-second video that gives a big-picture overview of what we do. Our new weekly e-mail newsletter sign-up page is also live.

Happy academic year 2012-13! Here’s what we’ve got on our blog and how you can use it, whether you’re a teacher, a student (of any age) or a parent.

Next month, thanks to you, our blog celebrates its third birthday. We constantly refine our offerings based on reader feedback, so don’t be shy: join the conversation by commenting on any of our posts at any time.

And remember: The Learning Network and everything we publish, as well as all the Times content we link to, is free and accessible without a digital subscription.

1. Find a fresh Common Core-aligned lesson plan every weekday.

Our lessons resume on Monday, Sept. 10, and this year each lesson will be aligned to the Common Core Anchor Standards.

You can receive all five lessons plans each week via our new Thursday e-mail. Sign up here.

Here is our schedule (though please note that we occasionally divert from it to respond to breaking news or other needs):

* Monday – What’s Going On in This Picture? A new feature about visual literacy, critical thinking, and Times photojournalism.
* Tuesday – History and social studies
* Wednesday – Science and health
* Thursday – English language arts and fine arts
* Friday – Quick interdisciplinary tasks to help students practice Common Core skills

Note: Our definition of a “lesson” ranges from traditional lesson plans like this science post to quizzes, lists of ideas or collections of resources.

This year, we’ll also publish a monthly collection of lesson ideas for teachers of English language learners — or for students who find The Times difficult for any reason.

We also occasionally feature ideas from our audience in our “lesson plan” slot, including guest posts, reader ideas announcements of student contests — and publication for the winners of those contests.

2. Strengthen literacy, numeracy and critical thinking skills with our daily “Test Yourself” question.

We publish a new question based on Times content every weekday. Use them for test preparation or just for fun.

Mondays and Wednesdays: Math questions
Tuesdays and Thursdays: English language arts questions
Fridays: Critical thinking questions

3. Comment on our daily Student Opinion question.

Each week thousands of students from around the world post their thoughts to our student questions, and teachers tell us it’s a great place for them to engage with current events and practice good “Web citizen” skills.

Since we read every comment submitted, and won’t publish them unless they meet our standards, it’s also a safe place to post.

We choose our favorite comments every day to feature in our “Comments of the Moment” column on the right side of the blog.

Assign your students (13 and up, please) a particular question or have them scroll through all of our questions to find one that interests them. We keep most open for response indefinitely, including the 163 questions we asked during the 2011-12 school year.

This fall we’re adding something new. Because of the success of our Summer Reading Contest in which we asked “What Interested You Most in The Times This Week?” then chose our favorite answers as winners, we’ve decided to pose that same open-ended question every Friday this school year.

So if you’d like an easy way to add more “informational text” to your curriculum, invite your students to read The Times on a weekly basis, then post their thoughts on our blog.

4. Learn what happened On This Day in History

Visit On This Day every day to read an original Times article about an important event that took place on that day in history, or scroll through the archive to look up your birthday or another special day.

5. Keep up with the news of the day through quick activities.

Take our daily five-question News Quiz about the stories on that day’s front page, or use our 6 Q’s About the News to answer the basic news questions — Who, What, Where, When, Why and How — about an important or compelling recent story.

And don’t forget: as students scan The Times each week, they can post about what interested them the most that week in our Student Opinion question each Friday.

6. Enrich your vocabulary

Our Word of the Day includes a definition and an example in a recent Times context.

Our weekly Times Fill-In invites students to fill in blanks in a high-interest article using their own words, or choices from a word bank. Recent topics include TV for dogs, life-changing innovations, and the attempt by New York City’s mayor to ban enormous sugary drinks.

And, of course, we have an archive of over 100 Student Crosswords.

But reading just the front page of The Times every day can introduce readers to scores of SAT-level words in context. (On a recent front page story alone you could find the words “subsistence,” “notorious,” “porous,” “decimating,” “turbulent ,” “fief,” “stratospheric” and more.)

To keep track of new words, use our vocabulary log.

7. Teach any day’s Times with our activity sheets.

Graphic organizers, games, discussion starters, maps and more: Great Ways to Teach Any Day’s Times is one-stop shopping for reusable activity sheets like Times Bingo, a Connecting The Times to Your World reading log, a Cause and Effect organizer and a fun photo activity.

This fall, we’ve also introduced a flexible Election Unit with numerous graphic organizers that can be used to track the race for the White House (or any other political race), using any day’s Times.

8. Get published — or get your students published.

If you’d like to see your idea for teaching with The Times in print, send it in to us through our Great Ideas From Our Readers series.

To get your students published (beyond, of course, our daily Student Opinion question), have them submit work to our regular contests.

We’re always inventing new ones, like the Election Contest we’re currently running, so check back often.

In December, we plan to bring back our Year in Rap Contest, and in April we hope to reprise our popular found poetry challenge.

9.Find collections of high-interest articles about young people.

This summer we introduced “Teenagers in The Times,” a monthly post that recognizes newsworthy young people by regularly collecting all the Times stories about them in one place.

Use the feature to inspire student projects and goals, as models for journalistic writing, as nonfiction companion pieces to literature, or simply as a way to hook young people on reading the newspaper.

10. Quickly find Times resources for often-taught subjects.

Our Teaching Topics page is a living index to collections we’ve made on topics we know teachers teach often — from immigration to “To Kill a Mockingbird” to global warming to bullying to learning with infographics.

Check back frequently: we keep adding!

And to quickly scan all the lessons we’ve posted during the 2011-12 academic year, start here:

Year-End Roundup | Language Arts, Journalism, the Arts and Academic Skills

Year-End Roundup | Science, Health, Technology and Math

Year-End Roundup | Social Studies, History, Geography and Civics

11. Start academic research with Times Topics pages.

Times Topics pages collect recent and archival reporting and commentary on everything from the Libya to Lady Gaga, and they’re gold for student research.

We have so much to say about using The Times for research, that we wrote a separate post describing 10 ways to go about it.

12. Read and comment on a poem paired with a related Times article.

Each week we pair an accessible poem chosen by the Poetry Foundation with Times content that somehow echoes, extends or challenges the poem’s themes.

We generally alternate a classic poem, like Robert Frost’s “The Road Not Taken,” with a contemporary poem, like David Wagoner’s “For a Student Sleeping in a Poetry Workshop.”

How can you use it in the classroom? Here are some ideas.

Finally, two tips on finding what you need in our blog:

1. Always return to the right-hand column.

The right-hand column of our blog is the best place to navigate. Though we regularly change sections like “This Week on the Learning Network” and “Comments of the Moment,” you can always find permanent links to all the regular features we’ve described above. You can also find links to more information about us and our Twitter and Facebook pages.

2. Use “Search This Blog.”

Putting a word or phrase into this field (“Shakespeare,” “endangered species lesson,”) at the top of the right-hand column will surface every post that has ever included it in the history of the blog, including all 12 years of lesson plans we imported from the old site. Also try these search tips to find ways to narrow your search

Secangkir Teh Panas Pagi Ini

Kayuan pedal sepeda serasa tidak bergerak.Saat yang bersamaan hembusan angin menyeruak kedalam lapis demi lapis pakaian di badan. Dinginnya tak terperihkan untuk digambar. Tanganpun mulai mengisut,wajahku berasa tertimpah balok-balok es.Kaku dan membeku.Mengapakah rasa dingin itu serasa bersembunyi dibalik pori-pori kulitku?. Tak maukah ia segera beranjak pergi dan menjauh?.
Kayuan pedal terus berputar tak mau berhenti. Membakar energy badan,mengharap panas segera datang. Disepanjang jalan itu ku melihat dedaunan momiji berwarna kekuningan berlomba menghujam ke bawah. Melayang-layang dan menari ria menemui cintanya di bumi. Dan tumpukan daunnyakemudian menggunung dan menyelimuti bumi dari kedinginan.
15 menit sudah sepeda angin kukayu.Namun gedung itu tak juga nampak.Rasa dingin dan hembusan angin pagi membuatku semakin membeku.Serasa duduk diatas freezer mesin pendingin.Nun jauh didepanku daun menguning dan memerah berjajar melambai-lambai.Aku tahu lambaiannya ber tanda jika gedung itu akan segera terlihat.Segeralah kayuan pedal menambah kecepatannya.Melibas dingin dan menerjang hembusan angin dijalanan yang mulai ramai. Lampu merah dipersimpangan jalan itu seakan tidak peduli akan kedinginanku.Warnanya tidak beranjak pergi. Uap-uap putih yang menyembur dari sela-sela bibir berpacu mengotori langit bersama asap knalpot. Jam masih terlalu pagi dan dingin untuk memulai aktifitas.Tapi kunjungan dan kesempatan mengajar disekolah itu mengalahkan semua kedinginan dan kemalasanku.
Taxi putih itu menungguku tepat di depan pintu masuk gedung international .Kusegerakan menyandarkan sepeda diparkiran sebelah gedung. Sang sopir menyapaku dengan ramah,sambil menunjukan sebuah kertas darimana perintah penjemputan itu berasal. “Áh,sumimasen,Heri sensei ?” katanya memastikan bahwa yang berdiri di depannya adalah benar-benar diriku bukan yang lain.”Hai,so desu”!,balasku singkat.Tak banyak kata yang kuucapkan padanya,selain “hai”,So Ka dan So desu ne” setelahnya. Baca lebih lanjut

Bergaji Rp. 90.000; per bulan (1)

Hari ini, tidak terasa sudah 11 tahun menjalaninya. Masih kuingat batangan kapur-kapur putih menggores papan hitam. Pun juga suara payau karena gugup berdiri dihadapan anak belasan tahun berseragam putih abu-abu itu. Tak kuasa mata ini menatap wajah-wajah penuh tanya. Tenggorokanpun serasa terkunci, bibir merapat tak mau membuka diri.Hanya wajah memerah dan tangan gemetar menyapa hadirnya mereka.
Aku tahu mereka sangat terkejut. Bertemu dengan makluk aneh semacamku dikelas barunya. Tidak berseragam PDH atau berbatik KORPRI. Hanya sebuah baju lengan panjang sisa-sisa masa kuliah. Aku tahu,sosokku bukanlah guru sebagaimana mereka mengenal disekolah sebelumnya.Tapi aku tidak perdulikan semua,karena aku hanya ingin menikmati hariku menjadi seorang guru saat itu.
……… Baca lebih lanjut