SIKAP HEROISME YAMADA SAN

Di copy dari Fb 4Chan,thank Mbak Iness,bisa tahu dari postingan mbak

Menyentuh sekali membaca sebuah postingan di wall Mbak Ines Puspita sore ini.Kiriman yang memberitakan aksi heroik seorang Yamada (山田) san . Lelaki berumur 72 tahun itu rela menjadi martir demi keselamatan dan keberlangsungan generasi Jepang.Dia tidak sendiri,bersama 200 an pensiunan “berlomba” mewakafkan dirinya dengan menjadi sukarelawan pembersih radiasi nuklir.Kegiatan sukarelawan yang tidak semua orang mau dan berani melakukannya.Mengingat kemungkinan radiasi yang akan menggerogoti diri dan tubuhnya.Sebagai mana dimuat di laman BBC, Yamada san mengatakan, dari umurnya saat ini kemungkinan besar dia akan memiliki kesempatan hidup 13-15 tahun lagi.Kalaupun terserang radiasi nuklir,butuh waktu 20 tahun bagi cancer untuk berkembang dan memusnahkan dirinya. Dengan kata lain,saat dirinya meninggal kemungkinan besar cancer itu baru menyerangnya.Ternyata bukan itu saja pertimbangan sebenarnya.Yamada san mengatakan bahwa masa depan generasi jepang jauh lebih bermakna dari sisa hidup dan kesukarelawanannya.
Aksi heroik ini mengingatkan saya akan samurai-samurai Jepang.Dengan tradisi Bushido nyalah Jepang menjadi bangsa yang berkarakter,pekerja keras dan maju.Bushido begitu melembaga dalam kehidupan bangsa Jepang.Secara sederhana Bushido-sebagaimana bisa dibaca di wikipedia- adalah Bushido (Kanji: 武士道 “tatacara ksatria”) adalah sebuah kode etik kepahlawanan golongan Samurai dalam feodalisme Jepang. Samurai sendiri adalah sebuah strata sosial penting dalam tatanan masyarakat feodalisme Jepang. Secara resmi, Bushido dikumandangkan dalam bentuk etika sejak zaman Shogun Tokugawa.Makna bushido itu sendiri adalah sikap rela mati negara/kerajaan dan kaisar. Biasanya para samurai dan Shogun rela mempartaruhkan nyawa demi itu,jika ia gagal,ia akan melakukan seppuku (harakiri).Bushido sudah dilakukan pada saat perang dunia II, yaitu menjadi prajurit berani mati.
Dalam keseharianpun,saya banyak mengamati betapa orang Jepang rela berkorban bagi masyarakatnya. Tidak jarang saya menyaksikan orang-orang yang dengan sukarela membawa kantong plastik dan penjepit besi untuk memungut sampah di jalanan.Mereka bukanlah orang yang kurang pekerjaan,tapi banyak darinya pimpinan-pimpinan perusahaan maupun eksekutif kantoran.(baca tautan berikut untuk melihat sisi lain pengorbanan itu:
LINK
Rela berkorban semacam inilah yang dibutuhkan oleh bangsa kita untuk bisa bangkit. Selama ini kita terbuai oleh euforia demokrasi dengan melupakan bangsa dalam pengertian yang luas. Kita terjebak pada pengorbanan partial yang kadang justru memecah keutuhan bangsa menjadi kepingan-kepingan kecil dan lemah.Terkooptasinya pemikiran dan prilaku kita pada golongan dan kelompok menjadikan pembenaran-pembenaran sebagai alasan menindas dan berbuat tidak adil bagi lainnya.
Ketidakikhlasan kita berbakti dan berkorban bagi negara,menjadikan Indonesia semakin terseok-seok ditengah penyakit korupsi yang kronis.Saling berebut untuk berkuasa,namun sayangnya tidak ada yang saling berebut dalam berkorban bagi bangsanya.Para elit saling berebut kursi,mendepak bahkan tidak jarang mencelakakan lainnya.Budaya saling memanfaatkan dan mengekploitasi kelemahan orang lain seakan berjalan seiring dengan kepedihan yang di derita sebagian besar rakyat kecil.Pertanyaannya sekarang bukan mengapa semua ini terjadi,namun lebih pada Apa yang bisa kita perbuat selanjutnya.Semoga sikap heroik Yamada san diatas bisa menginspirasi kita untuk berbuat banyak bagi kemaslahatan ummat.Mengakiri tulisan ini,ijinkan saya menyitir salah satu kalimat dari Mahatma Ghandi yang mengatakan bahwa Dunia dan seisinya cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia,namun tidak akan cukup memenuhi kerakusannya.Mari kita kilaukan kembali kejayaan Indonesia!!!!!ibda’binafsika!!!!!

Iklan

One thought on “SIKAP HEROISME YAMADA SAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s