Segera Menjadi Kampiunn Ekonomi Dunia

Kika:Bambang Suharto (Minister Councelor),Husen Maulana (Head IIPC),M Zainul Asrori (Presiden PPIJ Kumamoto),Hiromatsu Yagi (Head of KIF) dan Penulis

Malam itu,ditengah-tengah jamuan makan malam yang diadakan oleh KIF (Kumamoto International Foundation),saya,Raden Darmawan dan M Zainul Asrori, berdiskusi sejenak dengan Bapak Bambang Suharto. Beliau adalah Minister Counselor di Kedutaan Besar Indonesia Tokyo. Kebetulan hari itu,beliau bersama Pak Husen Maulana Head of Indonesian Investment Promotion Center (IIPC), memberikan presentasi tentang Indonesia. Presentasi itu juga diikuti oleh 2 negara ASEAN lainnya:Vietnam dan Laos.Saya, secara kebetulan tidak berkesempatan mengikuti presentasinya dari awal.Karena disibukan oleh acara Demae Jugyo di salah satu sekolah menengah atas di Kumamoto (Hitsuyukan Kouko).
Dari diskusi tersebut ada perasaan bangga dan sekaligus optimis akan masa depan Indonesia. Penggambarannya tentang kekuatan ekonomi dan sumber daya yang dimilik oleh Indonesia,cukup menjadi harapan baru bagi Indonesia kedepannya. Betapa tidak, 10 tahun kedepan,Indonesia akan menjadi salah satu kampiun ekonomi dunia.Bahkan kekuatannya melebihi China.Tidak itu saja, 10 tahun kedepan,Ekonomi kita juga melebihi Belanda dan Spanyol.
Kekuatan Indonesia tidak hanya dari sektor mineral dan kekayaan alamnya.Namun yang lebih penting untuk dipertimbangkan adalah kekuatan SDM nya.
Faisal Basri beberapa saat yang lalu juga mempresentasikan hal yang sama tentang potensi ekonomi Indonesia yang luar biasa tersebut. Dalam presentasinya yang bertajuk”Indonesia Now and Beyond, Shifting Into Higher Gear”. “Saat ini komposisi anak muda Indonesia menunjukan angka tertinggi dalam sejarah bangsa, yakni 66 % dengan jumlah lansia yang sangat kecil. Hal ini berarti dependancy ratio Indonesia akan sangat rendah hingga tahun 2020,” kata Faisal dalam diskusi yang berlangsung di Coffee Toffee, Jl. Hang Lekir, Jakarta.Lebih jauh,dia menjelaskanbahwa dengan kondisi tanah air yang karut marut,penanganan ekonomi dan sumber daya yang pas-pasan masih menempatkan Indonesia di ranking ke 3 negara berpertumbuhan ekonomi terbesar dunia setelah China dan India.
Seandainya kekuatan ekonomi dan SDM itu ditata secara ciamik,bukan tidak mungkin kita akan menjadi negara maju dan makmur. Namun,semuanya kini berpulang pada kekuatan dan tekad dari pemerintah sebagai penentu kebijakan dan kaum muda sebagai generator dan katalisator perubahan dan kemajuan bangsa itu sendiri.
Bukan tidak mungkin harapan dan gambaran sebagaimana disebut diatas akan menjadi pepesan kosong semata saat pemerintah dan pemuda memiliki mental yang sama:korup dan glamour.
Disadari atau tidak,lagi-lagi pendidikan menjadi kunci pentingnya. Melalui dunia pendidikanlah semestinya pemuda potensial itu dapat berkembang dan menjadi pribadi yang baik.Dari pendidikanlah kesadran akan arti penting kebersamaan dan persatuan bisa menjadi benteng bagi kesewenang-wenangan secara politis dan kekuasaan.Dan sekali lagi kuncinya ada pada karakter dan integritas pemudanya.Yang salah satunya,kekuatan-kekuatan itu bisa dikembangkan dalam dunia pendidikan kita.
Disisi lain, investor saat ini sedang tergila-gila untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Ibaratnya,Indonesia adalah gadis cantik yang diperebutkan banyak orang.Menarik sekali kemudian apa yang dipaparkan oleh Pak Bambang Suharto. Dia menekankan pentingnya penguatan strukutur ekonomi makro agar kasus yang menimpa Brazil tidak terjadi di Indonesia. Investasi yang ditanamkan di Indonesia juga harus dibarengi dengan investasi dan penyediaan pendidikan bagi warga. Harapannya,munculnya banyak institute di dalam industri tersebut. Kondisi ini akan mempercepat alih teknologi dan skill. Indonesia tidak sepatutnya dilihat sebagai pasar potensial semata,namun yang lebih penting dipandang sebagai kekuatan baru SDM yang bisa berkontribusi positif terhadap krisis ekonomi dunia.Halini bisa terjadi jika, ada kebijakan yang berpihak pada rakyat dan mumpuninya sumber daya manusia yang kita miliki.Sekali lagi peran pendidikan dalam perspektif ini tidak bisa dipandang enteng lagi. Pembangunan vocational school beberapa saat yang lalu ,bisa menjadi upaya nyata menyediakan tenaga kerja trampil yang akan mengisi peluang-peluang di industri baru nantinya. Pemerintah sepatutnya terus bergerak memberi ruang yang cukup bagi tumbuh kembangnya kematangan skill dan pengetahuan pemuda melalui penyediaan akses pendidikan yang berkualitas dan murah.Semoga,potensi itu bisa mendongkrak kesejahteraan bangsa dalam jangka panjang. Akhirnya,tidak terasa masakan laos dan sushi mengisi sepertiga perut kami,saatnya menyudahinya.Terima kasih Allah karena telah memberi kesempatan yang luar biasa,bisa berkumpul dan bertemu dengan orang-orang hebat semacam beliau-beliau diatas.Selamat juga pada Bapak M Zainul Asrori sebagai presiden baru PPIJ Kumamoto.Ditunggu sumbangsinya bagi Indonesia ya pak?Kalau bisa menjadi corong bagi Bangsa di Tanah Sebrang:Big Dream,Deep Roots

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s