TIGA HARI YANG MENCERAHKAN (part 1)

TIGA HARI YANG MENCERAHKAN
(part 1)

Pagi itu,beberapa gumpalan awan hitam berarak dan bergelayut tertiup angin.Suasana pagi yang semestinya cerah menjadi sedikit gelap. Bulir-bulir cahaya mentari tidak mampu menyinarkan kecerahan pagi itu. Ditambah kencangnya angin membuat banyak tubuh serasa malas bergerak.Berdiam diri dalam kamar,menemani bantal dan guling yang kesepian.
Namun,tidak dengan kondisi jiwa saya yang sangat ceria pagi itu. Beberapa barang bawaan telah siap. Dua buah tas rangsel,3 buah wayang kulit dan sebuah tripod tepat berada di depan kolong tidur=siap untuk diberdayakan.Rasanya sudah tidak sabar untuk segera berteriak pada pagi ini. Akanku kabarkan berita pada alam bahwa jiwa dan hatiku tidak mendung sebagaimana cuaca pagi itu. Terus aku harus bilang WOUUUW gitu!!!!!.
Sesaat kemudian kuraih tas rangsel lalu kucangklong di punggung.Segera kuturuni tangga apartemen satu persatu.Karena bagi saya sebuah kemustahilan untuk melompat dari satu lantai ke lantai lain.Disamping saya bukanlah spiderman yang memiliki getah dan benang,upaya tersebut akan hanya memperpendek hidup.Saya ingin hidup lebih lama lagi,maka kujalani sebuah proses apa adanya=menuruni tangga satu-satu.Untuk membuat pagi itu seolah-olah sangat ceriah,kuhiasi dengan sedikit siulan.Sekalian membangunkan penghuni apartemen yang suka molor.
Dengan sedikit ngos-ngosan,karena banyaknya barang bawaan,akhirnya sampai juga dilantai satu.Rupanya.Sakamoto sana sudah berdiri dengan senyum kasnya di depan apartemen.Sedetik kemudian menyapalah ia padaku”Ohayo Heri san”. Dengan sedikit malu-malu kujawab singkat ”Ohayo”.Anda tahu khan mengapa saya malu.Bukan malu karena ketemu cewek loh.Saya malu karena sedikit terlambat beberapa menit.Ya begitulah budaya kita.Kurang afdhol kalau tidak terlambat.Jadi musti terlambat,meski satu menit (maaf adegan ini jangan ditiru,karena hanya mereka yang kurang disiplin yang berani melakukannya).
Dibukanya pintu sliding samping kanan mobil itu.Segeralah saya memasuki.Mak Jlek….langsung duduk terpaku di dalamnya. Meluncurlah mobil jenis van itu ke arah kiri apartemen. Sepanjang perjalanan menuju Kikuchi,tidak ada yang paling membahagianku selain memainkan jari-jari memencet tombol kamera. Deretan apartemen yang menjamur di sepanjang jalan itu menambah suasana kota menjadi semakin nyata. Sesekali kudapati rumah-rumah kuno khas Jepang.Dengan atap yang meliuk-liuk laksana ayunan samurai.Dinding-dindingnya yang terbuat dari serpihan kayu pinus menambah keindahan rumah itu.sepanjang perjalanan itu membukakan mata pada bersihnya kota-kota di Jepang. Sungai-sungai mengalir dengan sangat nyamannya,. Tidak ada sampah yang menumpang diatas aliran air,pun juga tidak ada tumpukan sampah berbagai jenis di sisi kanan kiri jembatan sungai sebagaimana kita temukan di tanah air. Tidak ada pampers yang hanyut disungai,pun tidak ada orang Jepang yang asyik jongkok buang hajat sambil sedal-sedul rokok tali jagat.Oh bersihnya…….kapan Indonesia seperti ini ya?
Ribuan mobil berjejal menyesaki jalan,namun bukan kemacetan yang kudapati melainkan kenyamanan.Tidak ada polusi yang berarti. Kondisi ini sekaligus memungkinkan saya melihat mobil-mobil mewah yang tidak ada di desaku. Sekedar informasi saja,di jalanan desaku banyak terisi mobil-mobil jadul berasap tebal.Atau grandong gergaji dan selep padi keliling.Jalan depan rumahku saja tidak pernah dilewati mobil sekelas Alphard atau mini cooper. Tetapi aku tetap bangga pada desaku,karena disitulah aku lahir,besar dan mengais rejeki. Meski tanpa Alphard dan Mini Cooper,saya masih memiliki grandong yang tidak ada di Jepang. Mobil 3 dimensi buatan anak negeri.Eniwe,mengapa sampai bahas grandong segala ya?bukankah tulisan ini mau bercerita tentang kemah bahasa inggris?.Begitulah kita ini,kurang focus dan suka bermain-main.Kembali ke laptop!!!!!.
Tidak terasa kami sudah memasuki Koshi City. Ditunjukanlah padaku sebuah taman yang didedikasikan pada Confucius. Salah satu filosof termasyur dari negeri tirai bambu.Selalu saja kudapati banyak taman dan arena bermain disini.Betapa bahagianya anak-anak Jepang memiliki banyak taman.Tempat yang indah bagi mereka untuk bertumbuh kembang.Mengapa Negara kita yang sangat luas dan subur tidak banyak menyediakan lahan-lahn terbuka untuk taman bermain ya?Bukanlah lebih indah anak-anak bermain di taman? dari pada di jalanan kota yang lengang akibat Car Free Day?Kepada siapa pertanyaan ini seharysnya ditanyakan ya?Kepada Anggota DPR mungkin ya?Tapi mereka sukanya plesir dan menikmati taman-taman yang ada di luar negeri sih.Daripada bingung,tanya pada rumput yang bergoyang saja:gitu saja kok repot!!!!.
Sawah-sawah yang mulai menguning,beberapa diantara telah dipanen.Penggunaan teknologi pertaniannya begitu canggih,tidak membutuhkan tenaga kerja yang berlebih.Karenanya petani Jepang bisa meraup keuntungan yang besar.Tetapi,jangalah teknologi semacam ini di pakai di Indonesia.Kasihan buruh tani kami. Karena tidak ada lagi pekerjaan menanam (tandur),mopok,dan matun. Yang perlu dicontoh adalah teknologi ramah lingkungannya. Tidak banyak menggunakan pestisida atau zat kimia lainnya. Bekerja dengan energy alam,karena itu mungkin Jepang MESTAKUNG (istilah Johannes Suryah=Semesta Mendukung). Warganya memiliki kualitas hidup yang tinggi dan lama.Andai di tanah air dibudayakan pertanian organic,betapa amannya keberlangsungan alam dan anak cucu kita nantinya ya?. Sayang,petani kita banyak tergantung dan teracuni oleh iklan kimiawi.Eniwe,let’s go to the main topic!
Mobil van putih itu mulai meraung-raung kelelahan. Menaiki lereng-lereng perbukitan yang tinggi.Tangan Sakamoto san tidak henti-hentinya menunjuk satu objek ke objek lainnya.Menyebutkan setiap nama dari pohon yang kami temui.Rimbunan pohon disisi kanan dan kiri jalan sangat rindang. Dedaunan yang menghijau menghasilkan udara yang bersih,sejuk dan segar. Gunung,bukit dan tanaman yang ada diatasnya begitu terawatt. Tidak ada illegal lodging apa lagi pembakaran hutan. Kegiatan yang terakhir ini tidak mungkin dilakukan oleh warga Jepang. Asap yang ditimbulkannya akan menggangggu hubungan diplomatic diantara ketiganya. Diperkirakan akan menambah konflik panas.Mengingat ada dendam lama karena kasus senkaku.
Biarlah kasus pembalakan hutan terjadi di Indonesia saja.Hutan kita masih cukup luas untuk dibalak.Karena banyak pejabat yang masih suka makan log kayu. Kalaupun terjadi pembakaran hutan,Negara sebelah kita tidak akan banyak protes,karena mereka sesungguhnya pemilik kayu-kayu itu.Memang hidup di Indonesia cukup sederhana dan mengasyikkan.Bisa menggunakan barang Negara layaknya milik pribadi.Bisa menjadi kaya hanya karena tanda tangan dan disposisi surat. Bisa meraup keuntungan hanya dengan money politic sebesar 100.000 ribu. Meneteslah air mata ini,melihat karut marutnya Negara indah nan kaya itu.Rasanya sudah tidak sanggup lagi tangan ini menuliskannya,,ijinkan saya mengelap air mata dan istirahat sejenak ya?besok kita sambung lagi dengan tulisan ke dua.

3 thoughts on “TIGA HARI YANG MENCERAHKAN (part 1)

  1. Benar mas, 10 tahun ke depan Indonesia akan menjadi kampiun ekonomi dunia,mengalahkan Belanda dan Spanyol,setelahnya,insyaallah akan menjadi kekuatan baru,dan anda salah satu pendorongnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s