Belajar dari Kepedulian Orang Jepang

Belajar dari Kepedulian Orang Jepang

REP | 11 January 2012 | 10:17 Dibaca: 103 Komentar: 2 Nihil

Umurnya separuh baya,dan sebagian besar rambutnya sudah memutih. Namun langkahnya masih tegap dan trengginas. Memakai stelan jas hitam dipadu dengan kemeja putih dan dasi gelap membuatnya semakin kelihatan gagah sekali. Tas jinjing warna hitam bergelantungan di tangan kirinya. Entah siapa orang ini, bekerja apa, rumahnya dimana aku tidak peduli. Kepedulianku hanya pada tingkah dan lakunya. Aku begitu terkejut saat berpapasan kedua kalinya di persimpangan jalan besar kumamoto di sebelah kampus kumadai.Tepatnya di depan counter Softbank.Setelah sebelumnya berpapasan di areal supermarket SUNLIVES.

Yang membuatku heran bukan penampilannya lagi,melainkan prilakunya. Sungguh prilakunya memberiku pelajaran berarti bagimana membuktikan kepedulian kita pada lingkungan. Alangkah mulianya dia,meski sebagai pekerja kantoran mau dan rela memungut sampah di jalanan yang ia lalui. Berbekal kantung sampah plastic krem, dia mulai memungut satu persatu sampah yang ia temui. Puntung rokok,sobekan plastic,kertas,bekas bungkus permen maupun kaleng minuman yang ditinggalkan pemiliknya sembarangan.

Di jepang memang sangat jarang menemukan sampah yang dibuang sembarangan. Bangsa Jepang sudah terbiasa dengan pengelolahan sampah yang aman. Pembedaan jenis-jenis sampah dan hari pemungutannya jelas menunjukkan betapa sampah telah menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan mereka.

Namun tidak demikian bagi mereka yang berasal dari Negara dimana pengelolahan sampah bukan menjadi salah satu kesadaran kolektifnya. Bahkan untuk mereka yang berasal dari luar Jepang (non Negera maju) urusan sampah menjadi sangat rumit sekali. Karena sudah terbiasanya mereka (saya juga) membuang sampah sembarangan. Dimanapun kita berdiri dan beraktifitas disitulah sampah kita tinggalkan. Bagi sebagian besar masyarakat kita, sampah bukanlah urusan yang sangat urgent jika dibanding dengan ketersediaan pangan,misalnya. Namun tanpa disadarinya persoalan dan ketidakpedulian terhadap pengelolahan sampah akan berisko sangat tinggi terhadap keberlangsungan kehidupan dan lingkungan kita kelak kemudian hari. Kebiasaan kita menjadikan sungai sebagaitong sampah besar juga akan berisiko bagi munculnya banjir dan bencana alam lainnya. Semoga kita bisa menjadikan diri kita sebagai contoh yang baik dari pengelolahan sampah itu sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s